MAKLUMAT — Ketua PP Muhammadiyah, Dr KH Saad Ibrahim MA, mengajak umat Islam, khususnya warga persyarikatan, untuk menjaga konsistensi interaksi dengan Al-Qur’an meskipun bulan Ramadan telah usai.
Pesan tersebut ia sampaikan di dalam kegiatan Halal Bihalal yang diselenggarakan oleh Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Balongbendo di Halaman Masjid Namiroh, Sidoarjo, Ahad (29/3/2026).
Dalam kesempatan itu, Kiai Saad menekankan bahwa semangat membaca Al-Qur’an tidak boleh luntur hanya karena seiring bergantinya bulan. Ia mengimbau agar setiap pengajian maupun pertemuan rutin jamaah membawa misi perubahan ke arah yang lebih baik, salah satunya melalui tradisi tilawah yang berkesinambungan.
Kiai Saad mendorong jamaah untuk mengkhatamkan Al-Qur’an secara rutin—mulai dari Surah Al-Fatihah hingga Al-Nas—dan segera kembali lagi ke awal setelah selesai. Menurutnya, hal tersebut bukan sekadar rutinitas semata, melainkan wujud nyata dari jati diri gerakan Muhammadiyah.
“Ini adalah konsekuensi logis dari paradigma Muhammadiyah, yaitu Ar-Ruju’ ilal Quran was Sunnah (kembali kepada Al-Quran dan Sunnah). Kita harus berusaha menjadikan bulan-bulan sesudah Ramadan tetap sebagai bagian penting dari Syahrul Quran,” tandasnya.
Lebih jauh, pria yang pernah menjabat sebagai Ketua PWM Jawa Timur itu menegaskan bahwa konsistensi gerakan membaca Al-Qur’an secara masif akan membawa dampak besar bagi kesehatan lahir dan batin Bangsa Indonesia. Ia meyakini, Al-Qur’an memiliki efek penyembuhan (Syifa) yang dianugerahkan Allah Swt, baik bagi pembacanya, pendengarnya, maupun lingkungan sekitar.
“Jika hal ini dilakukan di banyak tempat, maka Muhammadiyah secara tidak langsung telah menyumbangkan kontribusi kesehatan yang besar bagi bangsa ini,” katanya.
“Semakin banyak orang yang sehat secara spiritual dan mental, maka insya Allah akan berdampak pada kemaslahatan bangsa,” sambung Kiai Saad.
Pada momen tersebut, Kiai Saad juga menyampaikan apresiasi tinggi kepada tuan rumah dan pemerintah desa setempat atas terselenggaranya kegiatan Halal Bihalal itu. Ia berharap semangat kedekatan dengan Al-Qur’an dapat terus dijaga sebagai fondasi perubahan sosial yang positif.
Warga Muhammadiyah, kata Kiai Saad, diharapkan tidak hanya menjadikan Al-Qur’an sebagai hiasan, tetapi sebagai napas dalam setiap aktivitas kehidupan sehari-hari guna mewujudkan masyarakat yang lebih sehat lahir-batin dan berkemajuan.














