MAKLUMAT — Ribuan warga dan simpatisan Muhammadiyah memadati Masjid Raya Al-Bakrie, Bandar Lampung, dalam agenda Silaturahmi Syawal 1447 H, Sabtu (4/4/2026).
Berdasarkan estimasi panitia, jumlah jamaah yang hadir diperkirakan mencapai sekitar 5.000 orang. Antusiasme tersebut membuat area masjid hingga selasar dan halaman dipenuhi jamaah.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Bandar Lampung ini mengusung tema “Idul Fitri Momentum Transformasi Diri Menuju Kehidupan yang Berkemajuan”. Agenda tahunan tersebut tidak hanya menjadi ajang silaturahim, tetapi juga dimanfaatkan sebagai momentum penguatan gerakan dakwah Muhammadiyah di daerah.
Ketua PDM Kota Bandar Lampung, Dr Riyuzen Praja Tuala, dalam sambutannya menegaskan bahwa Muhammadiyah memiliki tanggung jawab besar sebagai pencerah umat dan pembimbing peradaban.
Ia menggarisbawahi pentingnya keseimbangan antara wawasan global dan kontribusi lokal. “Warga persyarikatan dituntut untuk berpikir dan berwawasan global, namun tetap berbuat dan berkontribusi sesuai dengan kondisi lokal yang ada di Bandar Lampung,” ujarnya.
Selain itu, ia mengingatkan agar warga Muhammadiyah bersikap selektif dan moderat dalam merespons perubahan zaman. Menurutnya, gerakan Muhammadiyah harus mengedepankan kesabaran serta berorientasi pada kemaslahatan umat.
“Muhammadiyah harus hadir sebagai solusi konkret. Kita menjadi mitra strategis pemerintah dengan narasi pencerahan, memastikan kemajuan bangsa tetap berjalan di atas rel moralitas yang kokoh,” tegas Riyuzen.
Puncak acara diisi tausiyah oleh mubaligh asal Yogyakarta, Ustaz Mujiman, yang mengulas Risalah Islam Berkemajuan dalam menghadapi tantangan global tahun 2026.
Ia menekankan bahwa identitas Muhammadiyah terletak pada keseimbangan antara pemurnian akidah dan pembaruan amal. Beberapa poin utama yang disampaikan meliputi penguatan tauhid, pengembangan ijtihad dan tajdid, penerapan moderasi (wasathiyah), serta penguatan amal usaha di bidang pendidikan, kesehatan, dan ekonomi.
“Di tahun 2026 ini, kita tidak boleh statis. Islam harus menjadi rahmatan lil ‘alamin yang inklusif dan proaktif menguasai teknologi demi kemaslahatan umat,” pesan Ustaz Mujiman.
Meski dihadiri ribuan jamaah, kegiatan berlangsung tertib dan khidmat. Kedisiplinan jamaah dalam menjaga kebersihan serta keteraturan selama acara berlangsung menjadi perhatian tersendiri.
Kehadiran massa dalam jumlah besar tersebut mencerminkan kuatnya eksistensi Muhammadiyah di Kota Bandar Lampung. Kegiatan Silaturahmi Syawal 1447 H pun ditutup dengan harapan untuk terus berkontribusi dalam pembangunan daerah dan nasional.













