MAKLUMAT — Serangan militer Iran ke berbagai target Amerika Serikat dan Israel dalam beberapa hari terakhir menunjukkan eskalasi konflik yang kian meluas di kawasan Timur Tengah. Dalam operasi yang diklaim berlangsung berlapis, Sabtu (4/4/2026) waktu setempat, Iran menyasar pangkalan militer, fasilitas strategis, hingga infrastruktur penerbangan.
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan telah melancarkan gelombang ke-95 dalam rangkaian Operasi True Promise 4. Serangan ini, menurut Press TV, menargetkan sistem pertahanan rudal Patriot milik AS di Bahrain utara serta sejumlah fasilitas militer lain di kawasan Teluk.
Selain itu, IRGC mengklaim menghantam baterai roket HIMARS di Kuwait, pusat komando, dan fasilitas pelatihan militer AS di Uni Emirat Arab (UEA). Fasilitas perusahaan teknologi asal AS, Oracle, di UEA juga disebut menjadi sasaran. Dalam operasi laut terpisah, Iran menyatakan telah menargetkan kapal komersial Israel MSC Ishika di Pelabuhan Khalifa Bin Salman, Bahrain.
Secara paralel, tentara Republik Islam Iran melaporkan operasi drone skala besar yang menyasar Bandara Ben Gurion di Israel. Target yang disebut meliputi menara kontrol baru, fasilitas di Terminal 1 dan 2, sistem navigasi, antena, serta instalasi radar.
Operasi yang diluncurkan saat fajar itu diklaim bertujuan mengganggu sistem komando dan koordinasi lalu lintas udara militer Israel, termasuk menghambat panduan jet tempur serta kemampuan pengawasan elektronik. Iran juga menyebut telah melancarkan serangan rudal ke sejumlah lokasi di wilayah Israel menggunakan rudal multi-hulu ledak.
Evakuasi Pasukan AS dari Bahrain
Di tengah intensitas serangan tersebut, Amerika Serikat dilaporkan mengevakuasi sekitar 1.500 personel militer dan keluarga mereka dari Naval Support Activity (NSA) Bahrain di Manama, yang menjadi markas Armada Kelima Angkatan Laut AS.
Laporan National Public Radio (NPR) menyebut para pelaut dievakuasi secara mendesak, bahkan meninggalkan kendaraan dan barang pribadi. Mereka dilaporkan baru tiba dari pangkalan Angkatan Laut AS di Norfolk, Virginia, dengan perlengkapan seadanya.
Saat konflik pecah pada akhir Februari, sekitar 8.000 personel AS ditempatkan di pangkalan tersebut. Selain Bahrain, evakuasi juga dilaporkan terjadi di sejumlah pangkalan AS lain di kawasan yang dalam beberapa pekan terakhir menjadi sasaran serangan drone dan rudal Iran.
Pentagon disebut tengah mencari kontraktor untuk menyediakan sistem perlindungan bergerak bagi personel dari ancaman ledakan dan fragmentasi.
Klaim dari Iran belum diklarifikasi dari kubu AS maupun Israel. Tidak ada pernyataan resmi dari laman Komando Pusat AS (CENTCOM) terkait serangan IRGC pada Sabtu (4/4/2026). Postingan terbaru CENTCOM di media sosial X diperbarui pada 3 April 2026, salah satunya, “KLAIM: Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengatakan telah menembak jatuh jet tempur “musuh” di atas Pulau Qeshm di Selat Hormuz. FAKTA: Semua pesawat tempur AS telah terdata. IRGC Iran telah membuat klaim palsu yang sama setidaknya setengah lusin kali”. ***












