Muhadjir Effendy: Perjuangan Palestina Butuh Dukungan Damai dan Literasi Informasi

Muhadjir Effendy

MAKLUMAT — Ketua PP Muhammadiyah, Muhadjir Effendy menegaskan bahwa dukungan terhadap kemerdekaan Palestina harus dilakukan secara damai, rasional, dan berbasis literasi informasi, di tengah maraknya disinformasi global.

Pernyataan itu disampaikan Muhadjir Effendy dalam Silaturahim Idulfitri 1447 H Keluarga Besar Muhammadiyah Kalimantan Barat di Kampus Universitas Muhammadiyah Pontianak, Ahad (5/4/2026).

Dalam satu napas, Muhadjir mengingatkan bahwa perjuangan Palestina tak cukup dengan solidaritas emosional, tetapi harus ditopang diplomasi damai, kejernihan berpikir, dan kemampuan memilah informasi di era digital.

Ia menyebut keterlibatan Indonesia, termasuk melalui forum Board of Peace (BOP), sebagai bagian dari ikhtiar kolektif mendorong perdamaian dan kemerdekaan Palestina.

Menurutnya, solusi dua negara tetap menjadi posisi yang didukung Indonesia dan mayoritas komunitas internasional.

“Kalau tidak ada perang, mestinya sudah terwujud dua negara, opsi yang kita dukung,” ujarnya.

Diplomasi dan Realitas Konflik

Muhadjir menilai konflik berkepanjangan antara Israel dan Palestina menjadi penghambat utama realisasi solusi damai tersebut.

Karena itu, ia menekankan pentingnya memperkuat jalur diplomasi melalui berbagai forum perdamaian internasional.

Upaya kolektif, kata dia, harus terus dijaga agar tidak terjebak dalam eskalasi konflik yang justru menjauhkan peluang kemerdekaan Palestina.

Baca Juga  Indonesia Gabung Dewan Perdamaian Bentukan Trump, Konsolidasikan Gencatan Senjata Permanen Gaza

Literasi Jadi Kunci

Di sisi lain, Muhadjir menyoroti tingginya arus disinformasi terkait konflik global, khususnya di media sosial.

Ia mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi.

“Dalam soal perang ini, kita jangan percaya begitu saja. Berita di media sosial itu 70 persen isinya hoaks,” tegasnya.

Menurutnya, literasi digital menjadi bagian penting dalam perjuangan kemanusiaan. Tanpa kemampuan memilah informasi, dukungan justru berpotensi salah arah.

Muhadjir mengajak warga Muhammadiyah untuk mengedepankan sikap kritis dan bertanggung jawab dalam menyikapi isu global.

“Perjuangan kemanusiaan itu harus dilandasi oleh kebenaran informasi, bukan sekadar emosi,” imbuhnya.

Acara silaturahim ini dihadiri pimpinan dan warga Muhammadiyah se-Kalimantan Barat, tokoh masyarakat, serta kalangan akademisi, yang menjadikan Idul Fitri sebagai momentum memperkuat ukhuwah sekaligus kepedulian terhadap keadilan global.***