Ketua Komisi A DPRD Jatim: Guru TK Aisyiyah Candi Harus Sadar Digital dan Peduli Lingkungan

Ketua Komisi A DPRD Jawa Timur, Dedi Irwansa (kiri), saat melakukan kunjungan di SD M1CA. (Foto: Yekti Pitoyo/ IST)

MAKLUMAT — Pesan penting tentang kesadaran digital dan kepedulian lingkungan mengemuka dalam kunjungan silaturahmi Ketua Komisi A DPRD Jawa Timur, Dedi Irwansa, ke Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Candi yang bertempat di SD Muhammadiyah 1 Candi (M1CA).

Agenda tersebut secara khusus menyasar para guru TK Aisyiyah se-Kecamatan Candi sebagai ujung tombak pendidikan karakter anak usia dini.

Dalam kesempatan itu, Dedi menyoroti dua isu krusial yang menurutnya tengah menjadi tantangan dalam dunia pendidikan anak usia dini, yakni pengaruh digital terhadap pola asuh dan karakter anak, serta persoalan lingkungan terkait pengelolaan sampah.

Ia menekankan bahwa guru memiliki peran sentral dalam membentuk karakter anak, terutama di tengah derasnya arus digitalisasi. Menurutnya, penggunaan gadget (gawai) yang tidak terkontrol dapat berdampak serius terhadap perkembangan anak, mulai dari menurunnya interaksi sosial hingga munculnya kecanduan game.

“Guru TK Aisyiyah harus menjadi garda terdepan dalam membangun kesadaran digital yang cerdas, tidak hanya kepada anak-anak, tetapi juga kepada para orang tua,” ujarnya, dalam keterangan yang diterima Maklumat.id pada Senin (6/4/2026).

Ia menilai, kecanduan game pada anak bukan sekadar persoalan hiburan, tetapi sudah masuk pada ranah psikologis yang memengaruhi pola pikir, emosi, dan perilaku. Karena itu, pendekatan edukatif yang humanis dan kolaboratif antara guru dan wali murid sangat diperlukan.

Baca Juga  Heri Romadhon Ajak Masyarakat Ikut Mudik Gratis Pemprov Jatim

“Jangan sampai anak-anak kita kehilangan masa bermain yang sehat karena terlalu larut dalam dunia digital. Perlu ada batasan yang jelas dan pengawasan yang konsisten,” tandas politisi Partai Demokrat itu.

Selain isu digital, Dedi juga mengingatkan pentingnya kepedulian terhadap lingkungan sejak usia dini. Ia menilai, persoalan sampah di Sidoarjo semakin kompleks dan membutuhkan keterlibatan semua pihak, termasuk lembaga pendidikan.

Menurutnya, pendidikan tentang pengolahan dan daur ulang sampah harus mulai dikenalkan sejak anak-anak berada di bangku TK. Hal ini penting agar terbentuk kebiasaan positif yang berkelanjutan hingga dewasa.

“Kalau kita tidak mulai dari sekarang, Sidoarjo bisa kewalahan dalam penanganan sampah. Guru TK memiliki peran strategis untuk menanamkan nilai-nilai cinta lingkungan sejak dini,” katanya.

Ia juga mendorong agar sekolah-sekolah, khususnya TK di bawah naungan Aisyiyah, dapat menjadi pelopor gerakan lingkungan melalui program sederhana seperti memilah sampah, mendaur ulang, hingga memanfaatkan limbah menjadi karya kreatif.

Kunjungan tersebut disambut antusias oleh para guru TK Aisyiyah se-Kecamatan Candi. Mereka mengaku mendapatkan wawasan baru yang relevan dengan tantangan pendidikan saat ini, terutama dalam menghadapi era digital dan isu lingkungan.

Baca Juga  Transformasi Sosial Muhammadiyah Aisyiyah, Sambut Tahun Baru Islam 1447 Hijriah

Ketua PCA Candi, Aisyiatur Rosyida, menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan Komisi A DPRD Jawa Timur. Ia menyebut, pesan yang disampaikan Dedi Irwansa menjadi penguat bagi para guru untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan berbasis karakter.

“Kami sangat berterima kasih atas kunjungan dan arahan yang diberikan. Ini menjadi pengingat sekaligus motivasi bagi kami untuk terus berinovasi dalam mendidik anak-anak, baik dalam menghadapi era digital maupun dalam menanamkan kepedulian lingkungan,” ucapnya.

Rosyida berharap sinergi antara pemerintah dan lembaga pendidikan, khususnya Aisyiyah, dapat terus diperkuat guna menciptakan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat dan kepedulian sosial yang tinggi.