MAKLUMAT — Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengklaim bakal terjadi perubahan rezim total di Iran malam ini, Selasa (7/4/2026). Ia rezim baru yang bakal berkuasa akan lebih cerdas dan tidak radikal.
Melalui unggahan di akun Truth Social miliknya pada Selasa (7/4/2026), Trump mengancam bahwa “seluruh peradaban (Iran) akan mati dan takkan pernah bisa bangkit lagi.”
“Seluruh peradaban akan mati malam ini, takkan pernah bisa dihidupkan kembali. Saya tidak ingin itu terjadi, tetapi mungkin akan terjadi. Namun, sekarang kita memiliki perubahan rezim yang lengkap dan total, di mana pikiran yang berbeda, lebih cerdas, dan kurang radikal berkuasa,” tulisnya.
“Mungkin sesuatu yang revolusioner dan luar biasa dapat terjadi, SIAPA TAHU? Kita akan mengetahuinya malam ini, salah satu momen terpenting dalam sejarah dunia yang panjang dan kompleks,” lanjut Trump.
Presiden dari Partai Republik itu mengklaim bahwa malam ini akan terjadi perubahan besar dalam rezim Iran pasca 47 Revolusi Islam, “akhirnya akan berakhir.”
Sebelumnya, merespons ancaman Trump terhadap infrastruktur energi Iran, Sekretaris Dewan Tertinggi Pemuda dan Remaja, Alireza Rahimi, menyerukan aksi massa untuk melindungi infrastruktur energi negara.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat Iran, mulai dari kaum muda, atlet, seniman, hingga para akademisi untuk berkumpul di sekitar pembangkit listrik nasional pada Selasa (7/4/2026).
Rahimi menegaskan bahwa pembangkit listrik merupakan aset vital dan infrastruktur energi utama yang menjadi penopang masa depan generasi muda Iran. Ia menyerukan agar seluruh warga bersatu tanpa memandang perbedaan selera maupun pandangan politik demi menjaga aset nasional tersebut.
Sementara itu, dilansir dari Tasnim pada Selasa (7/4/2026), Komandan Angkatan Udara IRGC, Brigadir Jenderal Majid Mousavi, mengisyaratkan peningkatan dramatis dalam sikap defensif Iran terhadap agresi militer AS-Israel. Ia menyebut bahwa “tahap baru peperangan” akan mencakup pengerahan peluncur rudal ganda yang mampu memberikan serangan balasan dua kali lipat dari sebelumnya.
Dalam sebuah video yang dibagikan melalui akun media sosialnya, Mousavi mengumumkan dimulainya tahap kritis dan tangguh dalam strategi militer Iran.
“Dan sekarang, tahap baru perang, dengan peluncur yang baru diperbarui dari unit ganda rudal Fateh dan Khaybar-shekan, semua serangan sebelumnya dikali dua,” ancam komandan senior itu.
Ia menegaskan tekad Teheran untuk menanggapi secara tegas setiap tindakan agresi yang dilakukan AS dan Zionis Israel.
Diketahui, militer Amerika Serikat dan Zionis Israel melancarkan serangan ke sejumlah titik di Teheran dan beberapa kota lain di Iran pada 28 Februari 2026 lalu, yang membuat eskalasi di kawasan langsung memuncak. Serangan tersebut menewaskan Pemimpin Tertinggi (Rahbar) Iran Ayatollah Ali Khamenei, bersama beberapa komandan militer senior dan warga sipil.
Serangan tersebut melibatkan serangan udara ekstensif terhadap lokasi militer dan sipil di seluruh Iran, menyebabkan banyak korban jiwa dan kerusakan infrastruktur yang meluas.
Sebagai tanggapan, Angkatan Bersenjata Iran telah melakukan operasi pembalasan dengan mengirimkan salvo rudal dan drone, yang menargetkan pangkalan-pangkalan militer dan aset-aset strategis AS di kawasan yang tersebar di sejumlah negara, seperti Bahrain, Qatar, Uni Emirat Arab (UEA), Kuwait, Yordania, Irak, hingga Arab Saudi.
Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran juga menargetkan berbagai titik militer dan aset strategis Israel di berbagai wilayah pendudukan, termasuk ibu kota Tel Aviv, Haifa, hingga fasilitas nuklir Dimona. Hari ini, Teheran mengumumkan telah meluncurkan gelombang serangan balasan ke-98 dalam Operasi”True Promise 4″ yang menargetkan berbagai titik di kawasan dan wilayah pendudukan Israel.












