Serangan Drone Israel Tewaskan Jurnalis Al Jazeera di Gaza

Jurnalis Al Jazeera

MAKLUMAT — Jurnalis Al Jazeera, Mohammed Wishah, tewas dalam serangan pesawat tak berawak Israel di Jalur Gaza, Rabu (9/4/2026).

Wishah, koresponden untuk Al Jazeera Mubasher di Gaza, meninggal setelah serangan menghantam mobil yang ditumpanginya di Jalan al-Rashid, jalur pesisir di barat Kota Gaza.

Al Jazeera dalam keterangan resmi, menyebut kendaraan tersebut langsung terbakar akibat serangan udara.

Kematian Wishah menambah daftar panjang jurnalis yang tewas sejak perang di Gaza pecah pada Oktober 2023.

Kantor Media Pemerintah Gaza mencatat sedikitnya 262 jurnalis telah tewas dalam serangan militer Israel sejak konflik dimulai.

Dalam pernyataannya, Al Jazeera Media Network mengutuk keras insiden tersebut.

“Ini merupakan pelanggaran mencolok terhadap hukum dan norma internasional, serta mencerminkan kebijakan sistematis untuk menargetkan jurnalis dan membungkam suara kebenaran,” tulis pernyataan itu.

Al Jazeera juga menegaskan bahwa pembunuhan Wishah bukan tindakan acak, melainkan serangan yang disengaja.

Gencatan Senjata Terus Dilanggar

Jurnalis Al Jazeera di Gaza, Ibrahim al-Khalili, menyebut insiden ini menunjukkan memburuknya situasi keamanan, meski gencatan senjata telah diberlakukan.

Menurutnya, serangan terjadi saat Wishah berada di jalan utama, menandakan tidak ada lagi wilayah yang benar-benar aman.

Baca Juga  Drone Hizbullah Hantam Rumah Pribadi PM Israel Benjamin Netanyahu

“Sudah hampir enam bulan sejak gencatan senjata dimulai, tetapi pelanggaran terus terjadi, termasuk penargetan jurnalis,” ujarnya.

Kantor Media Pemerintah Gaza mencatat sekitar 2.000 pelanggaran telah terjadi sejak gencatan senjata diberlakukan.

Seruan Internasional

Pihak Gaza menyebut kematian Wishah sebagai bagian dari “penargetan sistematis” terhadap jurnalis Palestina.

Mereka mendesak organisasi internasional seperti Federasi Jurnalis Internasional dan Persatuan Jurnalis Arab untuk mengutuk serangan tersebut.

Seruan juga ditujukan kepada komunitas internasional agar menekan penghentian serangan dan membawa pelaku ke pengadilan internasional.

Korban Terus Bertambah

Sejak Oktober 2023, lebih dari 72.000 warga Palestina dilaporkan tewas dan lebih dari 171.000 lainnya terluka di Jalur Gaza.

Meski sempat mereda lewat gencatan senjata yang didukung Amerika Serikat, serangan masih terus terjadi.

Data Kementerian Kesehatan Gaza mencatat sedikitnya 733 orang tewas dan 2.034 lainnya terluka sejak gencatan senjata diberlakukan.

Kematian Mohammed Wishah kembali menegaskan risiko besar yang dihadapi jurnalis di wilayah konflik—bahkan saat mereka menjalankan tugas di ruang publik.***