Semangat Tandang Bareng, Prof Agus Trihartono Ajak Ormas dan Organisasi Media di Banyuwangi Investasi SDM

prof-agus-trihartono-banyuwangi

MAKLUMAT — Rektor Universitas Islam Cordoba Banyuwangi, Prof Agus Trihartono SSos MA PhD, mengajak ratusan pengurus organisasi kemasyarakatan (ormas) dan organisasi media di Kabupaten Banyuwangi untuk bersama-sama melakukan investasi sumber daya manusia (SDM) sebagai wujud semangat tandang bareng.

Ajakan tersebut disampaikan dalam Sarasehan Ormas dan Organisasi Media bertajuk “Optimalisasi Peran Ormas dan Media dalam Mendukung Pembangunan Daerah Berbasis Semangat Tandang Bareng” yang digelar  Bakesbangpol Kabupaten Banyuwangi di Aula SMKN 1 Glagah, Kamis (9/4/2026).

Prof Agus Trihartono yang menjadi narasumber dalam kegiatan tersebut menegaskan bahwa semangat tandang bareng bukan sekadar gotong royong secara fisik, melainkan keyakinan dan tindakan dari masyarakat untuk menghasilkan dampak perubahan sosial yang terukur.

“Intinya, pembangunan dan pengentasan masalah di Banyuwangi bukan tugas eksklusif pemerintah semata, melainkan tanggung jawab moral seluruh elemen masyarakat sipil,” tandas Guru Besar di Bidang Ilmu Diplomasi itu.

Menurut Agus, saat ini telah terjadi pergeseran paradigma mengenai peran ormas. Sebelumnya, ormas lebih berfungsi sebagai pengawas dan pengkritik kebijakan, dengan fokus pada advokasi politik praktis jangka pendek.

“Ormas berfokus kepada program karikatif atau bantuan sesaat dan memposisikan diri sebagai penerima manfaat program,” imbuhnya.

Baca Juga  Baitul Arqam, Kuatkan Ruang Dakwah dan Dunia Kerja

Menurutnya, dalam paradigma baru itu, ormas dituntut menjadi investor human capital atau SDM dengan fokus pada pembangunan kapasitas manusia, baik keterampilan maupun karakter. “Ormas menjadi mitra strategis pemerintah sebagai pencipta solusi atau problem solver,” tandasnya.

Agus menekankan bahwa alat berdampak bagi ormas modern bukan lagi demonstrasi fisik, melainkan edukasi. Eksistensi ormas, lanjutnya, tidak diukur dari simbol atau atribut, melainkan dari kontribusi nyata kepada masyarakat.

“Membangun aspal jalan, jembatan, dan lampu jalan adalah tugas pemerintah daerah, tetapi membangun isi kepala dan isi hati masyarakat adalah ladang investasi ormas dan media,” kata sosok yang mendapatkan gelar doktor filsafat dari Universitas Ritsumeikan Jepang itu.

Ia juga memaparkan sejumlah contoh inspiratif dari dalam dan luar negeri. Seperti BARC di Bangladesh yang berhasil menekan angka buta huruf dengan membangun 30 ribu sekolah dasar nonformal di wilayah terpencil melalui pemberdayaan ibu rumah tangga sebagai guru.

Contoh lainnya, lanjut Agus, adalah Pratham di India, yang mampu menggerakkan 600 ribu relawan untuk melakukan tes baca sederhana di desa-desa. Dengan dukungan media, gerakan ini bahkan mendorong perubahan kebijakan pendidikan daerah.

Baca Juga  Buka AJM, Dadang Kahmad Sebut Jurnalisme dan Dakwah Punya Kesamaan Erat

Di Indonesia, ia menyinggung kiprah ormas besar seperti NU dan Muhammadiyah, serta peran Posyandu dan PKK yang telah lama berkontribusi dalam peningkatan kualitas hidup masyarakat dari tingkat akar rumput.

“Investasi budaya dan media di Korea Selatan melalui Hallyu, yang secara masif mendidik bibit unggul di bidang seni, musik, dan film sejak dini. Ini melibatkan pemerintah, akademi, lembaga masyarakat, dan institusi seni,” pungkas Agus.