MAKLUMAT — Majelis Pemberdayaan Masyarakat Pimpinan Daerah Muhammadiyah (MPM PDM) Lamongan menggelar Halal Bihalal yang dikemas dalam Bincang Bisnis dan Turba Ekonomi, Sabtu (11/4/2026).
Kegiatan yang dilangsungkan di Aula Perguruan Muhammadiyah Warulor, Paciran, Lamongan tersebut turut dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Lamongan, Dirham Akbar Aksara, yang juga menyampaikan paparan terkait peran strategis pemerintah dalam mendorong kemandirian masyarakat berbasis pemberdayaan.
Dalam paparannya, Dirham menyebut bahwa pertumbuhan ekonomi Kabupaten Lamongan ditopang signifikan oleh sektor agribisnis. Ia mengungkapkan, sekitar 32 persen kontribusi ekonomi berasal dari sektor pertanian, peternakan, dan perikanan.
Capaian tersebut ditunjang oleh posisi Lamongan sebagai salah satu lumbung padi di Jawa Timur dan nasional, dengan produksi yang menembus lebih dari satu juta ton.
Dari capaian tersebut, lanjut Dirham, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Lamongan pada tahun 2025 tercatat sebesar 5,4 persen, alias lebih tinggi jika dibandingkan dengan kabupaten sekitarnya.
“Alhamdulillah pada tahun 2025 kemarin pertumbuhan ekonomi Kabupaten Lamongan mencapai angka 5,4%, yang itu lebih tinggi dari kabupaten tetangga sekitar. Dari capaian terebut 32 % di antaranya ditopang dari sektor agribisnis, yakni pertanian, peternakan dan perikanan,” terangnya.
Lebih lanjut, Dirham menjelaskan salah satu upaya pemerintah daerah dalam mendukung sektor agribisnis, yakni melalui pemberian subsidi pupuk bagi petani. Kebijakan itu dinilainya mampu meningkatkan produktivitas hasil pertanian masyarakat.
Tak cuma itu, dalam kesempatan tersebut ia juga memaparkan capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Lamongan tahun 2025 yang mencapai angka 76,81, alias lebih tinggi dari capaian nasional sebesar 75,90.
Meski demikian, ia menyebut bahwa pemerintah daerah masih menghadapi tantangan dalam menekan angka kemiskinan yang berada di angka 12,03 persen.
“Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan melalui program-program yang ada mendorong generasi muda untuk berani mengambil peran strategis dalam sektor pertanian, peternakan, dan perikanan ini sehingga terjadi sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam hal ini majelis pemberdayaan masyarakat PDM Lamongan dalam upaya pengentasan kemiskinan” tandas pria yang juga pemilik peternakan ayam di Sedayulawas Brondong tersebut.
Pada kesempatan yang sama, Dirham juga mengimbau masyarakat untuk aktif memanfaatkan informasi program pemerintah yang disosialisasikan melalui berbagai platform media sosial (medsos), seperti TikTok dan Instagram milik dinas maupun organisasi perangkat daerah (OPD).
Melalui kegiatan tersebut, MPM PDM Lamongan berharap dapat terbangun sinergi yang kuat antara pemerintah dan masyarakat dalam memperkuat kemandirian ekonomi berbasis pemberdayaan.













