MAKLUMAT — Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) mendapat apresiasi dari Anggota Komisi X DPR RI, Juliyatmono. Menurutnya, TKA memiliki visi yang baik untuk memotret kemampuan peserta didik secara nasional.
Melalui pelaksanaan TKA, Juliyatmono menilai pemerintah dapat melihat kondisi riil kemampuan siswa di berbagai daerah sebagai dasar perumusan kebijakan pendidikan ke depan.
“Alhamdulillah kita melihat dari dekat tentang pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang kemarin berlangsung,” katanya, dikutip laman resmi DPR RI pada Sabtu (18/4/2026).
“Secara menyeluruh kita mendapatkan gambaran betapa TKA itu visi ke depan memang cukup bagus,” sambung Juliyatmono.
Menurut politisi Partai Golkar itu, hasil pelaksanaan TKA menunjukkan potret kemampuan siswa yang beragam. Namun, ia menyoroti persentase peserta yang lolos sesuai target masih relatif kecil, sehingga memerlukan perhatian serius dari pemerintah.
“Ternyata potretnya beragam dan nyaris persentasenya masih kecil yang lolos sesuai yang diharapkan. Oleh karena itu harus ada kebijakan khusus ke depan,” sorotnya.
Ia menegaskan, salah satu langkah yang perlu segera dilakukan adalah pembenahan sistem penjaminan mutu pendidikan.
Menurutnya, peningkatan kualitas guru harus menjadi fokus utama melalui pelatihan dan peningkatan kompetensi secara berkelanjutan. “Mulai dari pembenahan penjaminan mutu bagaimana guru-guru ini berkualitas, profesional, dan harus terus di-upgrade,” tegasnya.
Lebih jauh, Juliyatmono menilai bahwa para siswa juga perlu dibiasakan menghadapi model soal sesuai standar TKA supaya lebih siap mengikuti asesmen tersebut.
“Bagaimana membiasakan agar murid-murid kita itu terbiasa dengan soal-soal yang telah kemarin disampaikan,” terangnya.
Ia juga menandaskan bahwa Komisi X DPR RI akan segera membahas temuan di lapangan bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), untuk merumuskan langkah strategis dalam meningkatkan mutu pendidikan nasional secara berkelanjutan.
“Pada saatnya nanti kita bisa diskusikan dengan Kementerian Pendidikan (Dasar dan Menengah) langkah-langkah yang harus dimulai dari sekarang untuk ke depan setiap tahun,” tandas Juliyatmono.













