MAKLUMAT — Sebanyak 11 pengurus Dewan Pendidikan Kota Surabaya melakukan audiensi bersama Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi pada Kamis (16/4/2026). Pertemuan tersebut menjadi momentum awal untuk menyampaikan arah, gagasan, serta memperkuat sinergi kebijakan pendidikan di Kota Pahlawan ke depan.
Dalam audiensi itu, Wali Kota Eri meminta Dewan Pendidikan Surabaya mampu menjadi penghubung antara Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dengan berbagai pihak terkait. Mulai dari lembaga pendidikan negeri dan swasta, Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS), guru, akademisi, wali murid, serta elemen-elemen pendidikan lainnya.
“Karena Dewan Pendidikan Surabaya bukan dibawahi oleh Pemkot Surabaya dan Dinas Pendidikan. Nah, ketika kami ada kelirunya soal kebijakan pendidikan, maka panjenengan (Dewan Pendidikan) yang koreksi agar bisa diterima oleh masyarakat,” ujarnya.
Dalam audiensi tersebut, sejumlah akademisi lintas perguruan tinggi turut hadir sebagai bagian dari pengurus Dewan Pendidikan. Para akademisi ini mencerminkan komposisi Dewan Pendidikan yang diharapkan mampu menghadirkan perspektif ilmiah sekaligus solusi konkret terhadap berbagai persoalan pendidikan di Surabaya.
Saat ini, Dewan Pendidikan Kota Surabaya bakal dinahkodai oleh Prof Dr Martadi MSn sebagai ketua, Dr Bibit Mulyana SPd MSi sebagai wakil ketua, serta Prof Sulikah Asmorowati PhD sebagai sekretaris.
Dalam kesempatan itu, Eri juga mengajak Dewan Pendidikan untuk berkolaborasi dan merancang program-program baru yang lebih segar demi kemajuan dunia pendidikan.
“Misal, nanti sudah bertemu dengan MKKS sekolah negeri dan swasta, bisa membuat program baru. Silahkan buat suatu program yang bisa dilaksanakan bersama,” tandasnya.
Menurutnya, masukan-masukan dari Dewan Pendidikan harus mampu mendorong lahirnya gebrakan baru di sekolah, sekaligus menciptakan suasana belajar yang lebih nyaman bagi murid dan guru.
“Saya ingin ada orang-orang yang tepat dan hebat menjembatani masalah-masalah pendidikan di Surabaya. Misal ada saran program A dan B, saran tersebut didiskusikan kemudian dijalani bersama. Harapannya keberadaan Dewan Pendidikan bisa berpengaruh dengan pendidikan di Surabaya,” pesannya.
Dalam kesempatan tersebut, Eri juga mengingatkan pentingnya kesetaraan antara sekolah negeri dan swasta. Ia menegaskan tidak boleh ada ketimpangan dari sisi kualitas kurikulum, infrastruktur, maupun fasilitas pendidikan lainnya.
“Sekolah swasta juga harus berkolaborasi dengan negeri. Jadi nantinya jangan sampai ada perbedaan, jangan sampai anak itu minder. Harus setara. Nah, maka dari itu tahun depan saya harap ada inovasi yang sesuai dengan zamannya. Jangan pernah takut memunculkan inovasi baru, saya yakin panjenengan mampu,” tegas Eri.
Audiensi tersebut, diharapkan dapat menjadi titik awal penguatan sinergi antara Pemkot Surabaya dan Dewan Pendidikan dalam merumuskan kebijakan pendidikan yang benar-benar mampu menjawab kebutuhan riil masyarakat.













