Diskusi Publik Hari Kartini, Kemendikdasmen Dorong Peran Perempuan dalam Sektor Sosial-Ekonomi

Diskusi Publik memperingati Hari Kartini, yang digelar Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI di Hotel Grand Zuri BSD, pada Selasa (21/4/2026). (Foto: Humas)

MAKLUMAT — Puluhan pemuda dan pelajar dari berbagai latar belakang organisasi mengikuti diskusi publik memperingati Hari Kartini, yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI di Hotel Grand Zuri BSD, pada Selasa (21/4/2026)

Diskusi tersebut menghadirkan jajaran internal Kemendikdasmen, di antaranya Kepala Biro Umum dan PBJ Herdiana, serta Ketua Tim Kerja Kemitraan Direktorat Pendidikan Non Formal dan Pendidikan Informal Desi Elvera Dewi. Selain itu, hadir pula perwakilan organisasi pelajar yang tergabung dalam Poros Pelajar, di antaranya Ketua Umum PP IPM Dany Rahmat Muharram, Ketua Bidang Organisasi PP IPNU Muhammad Ghulam Dhofir, serta Ketua Bidang Pendidikan, Pemberdayaan, Pengembangan SDM PP IPPNU Qathrun Nada.

Dalam paparannya, Herdiana menekankan bahwa banyak perempuan saat ini telah berkiprah di tingkat nasional hingga internasional, dalam berbagai bidang. “Seperti contohnya Najwa Shihab di dunia jurnalistik dan Malala Yousafzai yang menjadi pejuang perempuan dari Pakistan yang meraih Nobel Perdamaian,” sebutnya.

Menurutnya, capaian tersebut tidak lepas dari perjuangan panjang tokoh-tokoh perempuan, termasuk RA Kartini yang dinilai menjadi simbol emansipasi perempuan di Indonesia.

Senada, Desi Elvera Dewi menyebut bahwa peran perempuan dalam pendidikan mengalami peningkatan signifikan. Meski demikian, ia menyebut masih terdapat tantangan dalam aspek partisipasi di sektor kerja dan sosial-ekonomi.

Baca Juga  Wujud Tanggung Jawab Sosial Terhadap Masyarakat, Kemendikdasmen Tebar Ratusan Hewan Kurban ke 35 Provinsi

“Meskipun partisipasi pendidikan perempuan tinggi, terdapat penurunan partisipasi dalam pasar kerja dan sektor sosial-ekonomi. Banyak perempuan yang telah menempuh pendidikan hingga perguruan tinggi, namun tidak seluruhnya berlanjut ke dunia kerja,” sorotnya.

Di sisi lain, perwakilan para organisasi pelajar juga menyampaikan pandangannya. Ketua Umum PP IPM Dany Rahmat Muharram, dalam kesempatan itu menekankan pentingnya pemerataan dan kualitas pendidikan sebagai kunci kesetaraan.

“Peran aktif pelajar dan masyarakat untuk berpikir kritis, khususnya pelajar sekarang sudah menjadi subjek untuk menciptakan pendidikan yang berkualitas,” tandasnya.

Sementara itu, Muhammad Ghulam Dhofir menyoroti pentingnya kesadaran pelajar, khususnya perempuan, dalam mengembangkan potensi diri.

“Pelajar perlu tahu minat mereka di mana, supaya daat mengembangkan diri. Bisa mulai sendiri dengan self branding kalau sudah percaya diri, atau bisa join dengan komunitas seperti IPM, IPNU, atau IPPNU. Membaca juga sangat diperlukan sebagai langkah awal untuk memperluas wawasan dan meningkatkan diri,” kata dia.

Sedangkan Qathrun Nada dalam kesempatan itu menggarisbawahi tiga refleksi utama yang terinspirasi dari semangat Kartini, yakni agensi intelektual, percakapan kolektif, dan refleksi kritis. Ia mendorong pelajar perempuan untuk berani mengambil peran dalam ruang publik.

Baca Juga  Kemendikdasmen Pastikan Layanan Dokumen Pendidikan Tetap Lancar untuk Murid Terdampak Banjir di Aceh, Sumut, dan Sumbar

“Para pemuda khususnya pelajar perempuan untuk mendobrak fenomena male mainstream, yaitu dominasi laki-laki di ruang publik,” tegasnya.

Diskusi publik itu menjadi bagian dari upaya Kemendikdasmen dalam memperluas akses dan pelibatan masyarakat dalam pendidikan. Selain itu, langkah tersebut juga sejalan dengan agenda pembangunan nasional dalam Asta Cita Presiden RI Prabowo Subianto, khususnya pada poin keempat yang menitikberatkan pada penguatan sumber daya manusia melalui sektor pendidikan.