MAKLUMAT — Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batu Alfi Nurhidayat PhD menyebut bahwa implementasi budaya aman di sekolah merupakan fondasi penting dalam ekosistem pendidikan modern.
Hal itu ia sampaikan dalam Pelatihan Penguatan Karakter bagi kepala sekolah dan guru terpilih, yang diselenggarakan Disdik Kota Batu berkolaborasi dengan Tim Inovasi (kemitraan Indonesia-Australia) dan Pusat Penguatan Karakter (Puspeka) Kemendikdasmen beberapa waktu lalu.
Program tersebut menegaskan langkah preventif strategis yang dilakukan Disdik Kota Batu dalam melindungi siswa dari gempuran disrupsi teknologi dan arus informasi yang semakin deras. Alfi—panggilan akrabnya—menyoroti kemudahan akses gadget (gawai) pada anak sebagai fenomena yang harus diantisipasi secara serius, sebab juga berpotensi menyebabkan dampak negatif.
“Arus informasi saat ini luar biasa. Tanpa pendampingan dan pembatasan yang tepat, akses via gadget yang bebas dapat memicu risiko cyber bullying, pelecehan, hingga dampak negatif lainnya pada mental siswa,” sorotnya, dalam kegiatan yang diselenggarakan di Hortensia Resto, pada Selasa (14/4/2026) lalu.
Alfi menilai pentingnya program strategis tersebut, di mana Kota Batu terpilih sebagai salah satu dari hanya dua daerah di Indonesia—dan satu-satunya perwakilan Jawa Timur—yang menjadi pilot roject program kemitraan internasional itu.
Dalam pelatihan tersebut, para pendidik dibekali modul khusus yang menitikberatkan pada empat pilar utama budaya aman sekolah, yakni penanaman nilai moral, penciptaan lingkungan aman dan nyaman, penguatan literasi digital, serta kesetaraan sosial antar-siswa.
“Kota Batu menjadi satu-satunya perwakilan di Jawa Timur. Kami sangat mengapresiasi kepercayaan dari Kemendikbudristek. Ini adalah langkah nyata demi mewujudkan Kota Batu yang semakin SAE (Sae, Aman, Efektif),” tandas Alfi.
Saat ini, pelatihan masih difokuskan pada jenjang SD di wilayah Kecamatan Bumiaji dan Junrejo. Namun, Alfi memastikan bahwa Disdik bakal segera melaksanakan dan memperluas program tersebut ke Kecamatan Batu dalam waktu dekat.
Tak hanya itu, Disdik Kota Batu juga menyiapkan langkah lanjutan dengan memperluas program hingga jenjang SMP, serta melibatkan wali murid sebagai bagian dari penguatan ekosistem pendidikan.
“Spirit ini harus merasuk ke seluruh elemen pendidikan. Kita ingin memastikan proses belajar mengajar di Kota Batu benar-benar aman, nyaman, dan inklusif bagi seluruh anak didik,” pungkas Alfi














