MAKLUMAT – Kabar membanggakan datang dari panggung bisnis internasional. Majalah bergengsi dunia, TIME, baru saja menampilkan wawancara eksklusif bersama dr. Sari Chairunnisa, Deputy CEO & Chief R&D Officer ParagonCorp, dalam rubrik kepemimpinan elit The Leadership Brief.
Laporan bertajuk “This Halal Beauty Company Boss Has Big Ambitions” tersebut menyejajarkan dr. Sari dengan jajaran pemimpin global yang tengah mengubah peta industri masa depan. Pengakuan ini menegaskan posisi ParagonCorp sebagai kekuatan baru dalam industri kecantikan dunia.
Melampaui Sekadar Label Halal
Dalam wawancara tersebut, dr. Sari membedah transformasi besar ParagonCorp yang kini menaungi lebih dari 15.000 karyawan. Baginya, konsep halal beauty yang mereka usung telah berevolusi menjadi nilai universal yang lebih luas dan relevan bagi pasar global.
”Halal bagi kami mencakup transparansi, integritas proses produksi, sumber bahan yang beretika, serta tanggung jawab nyata terhadap lingkungan,” tegas dr. Sari.
Ia juga menyoroti perubahan besar perilaku konsumen. Jika dulu pasar Indonesia didominasi kiblat Barat, kini masyarakat mulai percaya diri mendefinisikan kecantikan melalui produk lokal yang lahir dari riset berbasis sains.
Kekuatan Riset dan Dominasi Peneliti Perempuan
Salah satu poin krusial yang disorot TIME adalah kekuatan riset di balik layar ParagonCorp. Departemen R&D perusahaan saat ini dihuni hampir 200 peneliti, di mana 80 persen di antaranya merupakan perempuan.
Mereka kini mengintegrasikan kecerdasan buatan (AI) ke dalam proses pengembangan produk untuk menghasilkan inovasi yang presisi. Bagi dr. Sari, sorotan global ini bukan sekadar pencapaian individu, melainkan cerminan dari keberanian seluruh tim dalam menghadapi tantangan industri yang kompetitif.
Kehadiran dr. Sari Chairunnisa di majalah TIME menunjukkan bahwa industri kecantikan nasional telah berhasil melakukan lompatan standar. Fokus ParagonCorp pada riset dan pengembangan (R&D) yang masif menjadi kunci utama mereka menembus narasi global. Ini membuktikan bahwa produk lokal mampu memimpin pasar bukan hanya karena label “Halal”, melainkan karena keunggulan teknologi dan integritas rantai pasok yang diakui secara internasional.***













