MAKLUMAT – Idul Adha 2026 semakin dekat. Momen ini tidak hanya menjadi perayaan kurban, tetapi juga titik keberangkatan jemaah menuju tanah suci. Menangkap kebutuhan tersebut, sejumlah jenama mode lokal merilis koleksi khusus yang menjembatani fungsi ibadah dan estetika lebaran.
Alih-alih tampil mencolok, tren tahun ini justru berfokus pada siluet longgar, material bernapas, dan warna-warna bumi yang menenangkan. Dilansir dari Scarf Media, berikut kurasi empat brand lokal yang menawarkan solusi baju praktis namun tetap elegan:
1.RiaMiranda: Sentuhan Earthy yang Melambai
RiaMiranda konsisten membawa nuansa lembut melalui palet warna beige, taupe, dan soft brown. Memanfaatkan teknik potong flowy, koleksi ini menjamin sirkulasi udara maksimal—fitur krusial bagi jemaah yang menghadapi padatnya aktivitas ibadah. Busana ini memberikan kesan bersahaja tanpa kehilangan sisi “mahal”-nya.
2. Napocut: Minimalisme Tanpa Batas
Bagi pemuja gaya clean look, Napocut menawarkan desain tanpa distraksi. Potongan lurus (straight cut) dan loose fit mendominasi koleksi ini. Dengan pilihan warna sage dan ivory, Napocut merancang pakaian yang tetap relevan Anda gunakan untuk kegiatan sehari-hari setibanya kembali di tanah air.
3. Bahee: Praktis untuk Perjalanan Jauh
Di bawah bendera Heavenlights, Bahee fokus pada aspek fungsionalitas. Mereka menggunakan material yang ringan dan tidak mudah kusut (ironless), sehingga mudah masuk ke dalam koper tanpa memakan ruang. Konsep layering yang simpel memungkinkan pengguna berganti gaya dengan cepat tanpa harus membawa banyak potong pakaian.
4. Kami Idea: Detail Halus dalam Kesederhanaan
Kami Idea memilih pendekatan yang lebih bertekstur. Permainan aksen lipit (pleats) dan lapisan kain yang elegan memberikan karakter kuat pada koleksinya. Meski terlihat lebih formal, pemilihan warna seperti muted olive dan dusty pink menjaga tampilan tetap teduh dan sopan.
Reorientasi Mode ke Arah Fungsionalitas
Munculnya koleksi khusus haji dari pemain besar industri mode lokal menandakan pergeseran strategi pasar. Kini, konsumen tidak lagi hanya mencari “baju lebaran”, melainkan investasi busana yang multifungsi.
Kecenderungan penggunaan bahan breathable dan potongan yang memudahkan mobilitas menunjukkan bahwa brand lokal semakin peka terhadap kenyamanan fisik jemaah di iklim ekstrem Timur Tengah. Secara ekonomi, ini adalah langkah cerdas untuk mempertahankan relevansi brand di luar musim Ramadhan saja. ***













