MAKLUMAT — Pakar Pendidikan yang juga menjabat Wakil Ketua Dewan Pendidikan Kota Surabaya, Bibit Mulyana AZ, mengaku optimis Indonesia mampu mengejar ketertinggalan di sektor pendidikan dari negara-negara lain.
Ia mengakui bahwa saat ini posisi pendidikan di Indonesia saat ini masih cukup tertinggal jika dibandingkan negara-negara lain, termasuk negara-negara tetangga di kawasan Asia Tenggara.
Meski begitu, ia meyakini bahwa dengan berbagai program dan kebijakan yang tepat oleh pemerintah, serta partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat, maka Indonesia akan mampu mengejar ketertinggalan tersebut.
“Sampai hari ini kita melihat memang sangat memprihatinkan sekali. Dan memang kita mengakui kalau kita tertinggal,” selorohnya, dikutip dari tayangan Maklumat Podcast di kanal YouTube MaklumatID pada Sabtu (16/5/2026).
“Kita paham bahwa hari ini kita tertinggal, tetapi saya mempunyai keyakinan bahwa ketertinggalan itu bukan berarti tidak bisa kita kejar,” sambung Bibit.
Bibit mengaku menaruh harapan besar pada Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI Abdul Mu’ti, yang menurutnya telah melakukan banyak terobosan dan hasil positif dalam upaya pemerataan dan memajukan pendidikan di tanah air.
Ia juga mengapresiasi berbagai program yang digalakkan pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI di bawah kepemimpinan Abdul Mu’ti, termasuk program revitalisasi sekolah yang menurutnya menunjukkan hasil nyata dalam mendukung infrastruktur dan sarana-prasarana pendidikan.
“Dengan berbagai macam upaya pemerintah, dengan berbagai perubahan kurikulum yang ada, saya berkeyakinan pendidikan Indonesia akan segera mengejar ketertinggalannya itu,” tandasnya.
“Dengan Pak Abdul Mu’ti, Menteri Pendidikan hari ini, ini luar biasa produk-produknya. Gerakan literasinya berkembang, numerisasinya berkembang, revitalisasinya berjalan dengan baik,” imbuh pria yang juga pernah menjabat Kepala SD Muhammadiyah 4 (Mudipat) Pucang, Surabaya itu.
Dengan progres tersebut, ia mengaku optimis Indonesia dapat segera mengejar ketertinggalan dalam sektor pendidikan dari negara-negara lain. “Saya sangat optimis dalam waktu tidak terlalu lama kita akan mampu mengejar ketertinggalan itu,” tegasnya.
Kualitas Pendidikan dan Kesejahteraan Guru
Bibit mengapresiasi kinerja Mendikdasmen Abdul Mu’ti, yang menurutnya menaruh perhatian sangat serius dalam mengupayakan pemerataan serta peningkatan kualitas pendidikan, sehingga mampu mengejar ketertinggalan dari negara-negara lain.
“Kalau kita cermati kebijakan Menteri Pendidikan yang sekarang ini, memang punya perhatian yang sangat serius untuk bagaimana mengejar ketertinggalan daripada pendidikan yang ada di Indonesia,” sebutnya.
“Makanya saya sangat berkeyakinan kita akan mampu mengejar ketertinggalan itu,” tambah dia.
Lebih lanjut, ia menandaskan bahwa untuk mengejar ketertinggalan tersebut, maka kebijakan harus fokus pada kualitas pendidikan hingga kesejahteraan guru.
“Sebenarnya fokus utamanya tetap, kualitas pendidikan, (lalu) kesejahteraan guru ini juga harus diperhatikan,” tandas doktor psikologi pendidikan lulusan Universitas Airlangga (Unair) Surabaya itu.
Menurut Bibit, kualitas pendidikan tidak bisa dilepaskan dengan kesejahteraan guru.
“Kalau kita bicara kualitas pendidikan. Pendidikan itu tidak akan pernah bisa tumbuh dan berkembang dengan baik kalau kesejahteraan gurunya tidak tertata dengan baik juga,” sorotnya.
Ia lantas menceritakan pengalamannya di berbagai daerah di tanah air, termasuk di wilayah-wilayah di luar Pulau Jawa.
Menurutnya, banyak kondisi kesejahteraan guru yang memang harus diakui masih cukup memprihatinkan, sehingga tentu harus mendapatkan perhatian lebih.
“Teman-teman guru di sana juga cukup memprihatinkan juga terkait dengan kesejahteraan, dan itu memang perlu dipikirkan dan dibantu. Belum lagi kalau kita bicara daerah-daerah yang tergolong masuk di ranah 3T,” katanya.
Lebih jauh, dalam rangka peningkatan kualitas pendidikan, maka sangat bergantung pada kualitas sumber daya manusia (SDM) guru. Terkait SDM guru, ia menjelaskan bahwa terdapat dua aspek yang harus dipenuhi, yakni kesejahteraan guru dan kualitas SDM guru tersebut.
“Jadi kalau bicara SDM, kita pecah yang pertama kesejahteraan dan yang kedua kualitas sumber daya manusia itu sendiri,” terangnya.
Kualitas SDM guru, kata dia, sangat berperan penting terhadap kemajuan pendidikan. Menurutnya, guru bukan hanya mengajar.
Sebab itu, ia mengapresiasi upaya Mendikdasmen Abdul Mu’ti untuk mendorong peningkatan kualitas pendidikan melalui peningkatan kualitas SDM guru, dengan berbagai forum dan pelatihan yang digalakkan.
“Kalau saya melihat sumber daya manusia, kualitas guru-gurunya, kemampuan mengajar, kemampuan mengelola kelas, kemampuan me-marketing-kan sekolah, ini menjadi sesuatu yang penting sekali,” tandasnya.
“Makanya guru-guru kita perlu ditambahkan atau ditingkatkan kualitasnya,” sambung Bibit.














