MAKLUMAT – Pemerintah Kabupaten Jember mulai menyiapkan kawasan street food di pusat kota. Langkah itu sebagai bagian dari penataan pedagang kaki lima (PKL) dan penguatan ekonomi berbasis usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Hingga kini, progres pembangunan kawasan tersebut baru mencapai sekitar 30 persen.
Bupati Jember Muhammad Fawait meninjau langsung lokasi pembangunan di koridor Jalan Kartini hingga Jalan Gatot Subroto seusai menghadiri pesta rakyat Karnaval SCTV pada akhir pekan lalu. Ia didampingi Penjabat Sekretaris Daerah Achmad Imam Fauzi serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah.
Menurut Fawait, kondisi kawasan saat ini masih jauh dari konsep akhir yang disiapkan pemerintah daerah. Sejumlah fasilitas penunjang, mulai pencahayaan hingga desain gerobak pedagang, masih dalam tahap pengerjaan.
”Kalau dipersentase mungkin baru 25 sampai 30 persen. Jadi, kalau dikatakan selesai, belum, masih jauh. Lampu-lampunya belum semua, gerobaknya dengan nuansa nusantara dan dunia juga belum,” ungkap Fawait.
Kawasan street food tersebut, kata Fawait, tidak hanya dirancang sebagai pusat kuliner malam, tetapi juga ruang publik baru di pusat kota Jember. Pemerintah daerah menyiapkan konsep visual berbeda di tiap koridor jalan. Salah satu konsep yang disiapkan ialah nuansa Eropa klasik di kawasan sekitar gereja di Jalan Kartini.
Menurut Fawait, desain kawasan akan disesuaikan dengan karakter lingkungan sekitar, termasuk bentuk gerobak dan ornamen dekoratif. ”Dari pertigaan sampai ke sana nuansanya Eropa klasik menyesuaikan gereja. Jadi nanti gerobaknya juga bernuansa Eropa klasik,” ujarnya.
Ia memastikan area depan gereja tidak akan digunakan untuk lapak PKL. Area tersebut direncanakan menjadi ruang terbuka dengan ornamen dekoratif dan tempat duduk bagi pengunjung.
”Tempat duduknya nanti di trotoar, bukan di jalannya. Jalannya tetap untuk kendaraan masuk,” kata dia.
Selain pembangunan fisik, Pemerintah Kabupaten Jember juga membuka ruang partisipasi publik untuk menentukan nama kawasan street food tersebut. Masyarakat dipersilakan mengusulkan nama yang dianggap sesuai dengan konsep kawasan.
Konsep street food itu menjadi bagian dari strategi penataan PKL yang selama ini tersebar di sejumlah titik pusat kota, termasuk kawasan sekitar alun-alun. Pemerintah daerah berharap kawasan baru tersebut dapat menjadi ruang usaha yang lebih tertata bagi pelaku ekonomi informal.
”Harapan kami, alun-alun menjadi lebih tertata dan PKL bisa terwadahi di kawasan street food,” ujar Fawait. (*)














