Targetkan Eliminasi TB Tahun 2028, PKK Sidoarjo Didorong Berperan Aktif

Ketua TP PKK Kabupaten Sidoarjo Hj Sriatun Subandi, saat menyampaikan sambutan pada kegiatan Sosialisasi Peran PKK dalam Penanggulangan TBC Berbasis Lingkungan, yang dilaksanakan di Pendopo Delta Wibawa, Kamis (21/5/2026). (Foto: Dok.)

MAKLUMAT — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo menargetkan eliminasi tuberkulosis (TB) dapat tercapai lebih cepat sebelum target nasional tahun 2030, yakni pada 2028.

Untuk mendukung percepatan tersebut, Tim Penggerak PKK Kabupaten Sidoarjo didorong aktif melakukan deteksi dini, pendampingan pasien hingga edukasi lingkungan sehat di tengah masyarakat.

Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Sidoarjo, Hj Sriatun Subandi, menandaskan bahwa PKK memiliki peran strategis sebagai motor penggerak sekaligus ujung tombak di tengah masyarakat dalam penanganan TB.

“PKK fokus pada deteksi dini, pendampingan pasien, dan promosi lingkungan sehat untuk memutus rantai penularan tuberkulosis,” ujarnya, saat Sosialisasi Peran PKK dalam Penanggulangan TBC Berbasis Lingkungan, yang dilaksanakan di Pendopo Delta Wibawa, Kamis (21/5/2026).

Menurut Sriatun, seorang ibu memiliki peran besar dalam menciptakan lingkungan rumah yang sehat. Ibu, kata dia, dapat menjadi “insinyur rumah tangga”, yang menentukan kualitas kesehatan keluarga melalui pengaturan ventilasi, pencahayaan hingga kebersihan rumah.

“Ibu di rumah adalah perancang utama kesejahteraan keluarga. Ibu memiliki kekuatan untuk mengatur tata letak dan ventilasi rumah agar menjadi hunian yang sehat dan nyaman,” tandasnya.

Sriatun juga mengajak masyarakat membiasakan gerakan “Pentasuling” atau pepe (jemur) bantal, kasur dan guling sebagai langkah sederhana menjaga kesehatan lingkungan rumah. Ia meminta kader turut mengedukasi masyarakat agar rutin menjemur perlengkapan tidur untuk mencegah penyebaran penyakit.

Baca Juga  Pemkab Sidoarjo Tunda Pelaksanaan Jayandaru Expo 2025: Kami Mohon Maaf!

Selain itu, ia juga mengingatkan pentingnya dukungan moral kepada pasien TB agar tidak merasa dikucilkan. Menurutnya, masih banyak pasien TB yang merasa minder dan takut dijauhi masyarakat karena khawatir dianggap menularkan penyakit.

“Jangan takut kepada pasien TB dan jangan sampai dikucilkan. Mereka butuh diajak komunikasi, diberikan dukungan agar rutin minum obat, kontrol, dan menjaga pola makan sehat meski tidak harus mahal,” pesan Sriatun.

Lebih lanjut, ia juga meminta kader-kader PKK untuk terus aktif mengingatkan pasien TB untuk disiplin menggunakan masker demi mencegah penularan.

Dalam kesempatan tersebut, dokter spesialis paru, Bagus Wicaksono menjelaskan bahwa satu penderita TB dapat menularkan penyakit kepada 15 hingga 20 orang lainnya apabila tidak segera ditangani.

Ia mengatakan masyarakat perlu memahami gejala TB seperti batuk lebih dari dua minggu, batuk darah, sesak napas dan nyeri dada. Jika mengalami gejala tersebut, masyarakat dianjurkan segera memeriksakan diri ke puskesmas untuk deteksi lebih lanjut.

“TB bisa sembuh jika ditemukan lebih awal dan pasien disiplin menjalani pengobatan,” katanya.

Sementara itu, Ketua Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia, Khusnul Khotimah menegaskan bahwa kader kesehatan menjadi garda terdepan dalam mewujudkan lingkungan sehat guna mencegah TB.

Baca Juga  Umsida dan Pemkab Sidoarjo Perkuat Kolaborasi Strategis: Dari Bumdes, Wisata Halal, hingga Cyber Security

Ia menjelaskan beberapa faktor lingkungan yang mempengaruhi penularan TB di antaranya ventilasi rumah, pencahayaan, kepadatan penghuni dan kebersihan lingkungan. Menurutnya, rumah sehat harus memiliki ventilasi yang cukup dengan tingkat kelembaban ideal sekitar 60 persen.

“TB adalah tanggung jawab kita bersama. Kolaborasi petugas TB dengan petugas sanitarian sangat penting untuk menemukan, mengobati hingga pasien sembuh,” jelasnya.

Di sisi lain, Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo, Djoko Setijono mengungkapkan data bahwa saat ini terdapat sekitar 5.800 kasus TB di Kabupaten Sidoarjo, dengan capaian penanganan mencapai 91 persen atau sekitar 5.700 kasus.

Untuk mendukung target eliminasi TB tahun 2028, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sidoarjo telah menyiapkan layanan pengobatan TB di 170 fasilitas pelayanan kesehatan sekaligus terus memperluas sarana pengobatan dan meningkatkan penemuan kasus suspect TB melalui screening masif di masyarakat.

Selain itu, pembentukan Desa Siaga TB juga terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor hingga tingkat desa dan kecamatan. Pemerintah juga mendorong pelaksanaan imunisasi dasar lengkap serta gerakan menjaga kebersihan lingkungan rumah sebagai langkah pencegahan TB di masyarakat.