Cara Menyimpan Daging Kurban dan Tips Konsumsi Sehat saat Iduladha

Iduladha

MAKLUMAT — Tim PKRS RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo membagikan tips cara menyimpan daging kurban hingga cara mengonsumsi agar tetap segar, aman, dan sehat dikonsumsi saat momen Iduladha. Edukasi ini diberikan sebagai upaya menjaga pola makan masyarakat di tengah melimpahnya olahan daging kurban.

Momen Iduladha memang identik dengan berbagai sajian daging yang menggugah selera. Namun demikian, masyarakat tetap diimbau untuk memperhatikan pola konsumsi agar tubuh tetap sehat dan nyaman setelah menikmati hidangan kurban.

Tim PKRS RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo mengingatkan, menikmati daging kurban secara bijak dapat membantu menjaga kesehatan tubuh sekaligus tetap bertenaga di hari penuh berkah.

Cara Menyimpan Daging Kurban

Dalam panduannya perihal cara menyimpan daging kurban, masyarakat dianjurkan memotong daging sesuai kebutuhan atau porsi sekali masak agar lebih praktis dan tidak berulang kali dicairkan.

Daging juga sebaiknya disimpan dalam wadah tertutup rapat atau plastik food grade guna menghindari kontaminasi dan bau di dalam freezer. Selain itu, suhu freezer ideal disarankan berada di angka -18 derajat Celsius atau lebih rendah agar kualitas dan kesegaran daging tetap terjaga lebih lama.

Selanjutnya, setiap kemasan juga dianjurkan diberi label tanggal penyimpanan pada setiap kemasan. Hal ini bertujuan agar mudah mengontrol dan menggunakan sesuai urutan.

Baca Juga  Nobar Final Piala Dunia 2026 di Sidoarjo Bertabur Doorprize, Ini Daftar Pemenangnya

Tim PKRS RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo juga turut mengingatkan pentingnya mencairkan daging dengan cara yang tepat, yakni melalui chiller kulkas semalaman atau menggunakan air mengalir. Mencairkan daging di suhu ruang sebaiknya dihindari karena dapat memicu perkembangan bakteri.

Tak kalah penting, daging kurban harus dimasak hingga matang sempurna sebelum dikonsumsi demi menjaga kesehatan keluarga.

Cara Mengonsumsi Daging Kurban

Sementara dalam hal konsumsi, masyarakat diimbau menikmati daging secukupnya dan tidak berlebihan. Porsi ideal disebut berada di kisaran 100 hingga 150 gram sekali makan.

Agar asupan tetap seimbang, konsumsi daging dianjurkan disertai sayur dan buah guna membantu pencernaan dan menjaga kesehatan tubuh. Masyarakat juga disarankan memilih bagian daging rendah lemak seperti has dalam, sengkel, atau paha belakang.

Selanjutnya, metode pengolahan sehat seperti merebus, mengukus, menumis dengan sedikit minyak, maupun memanggang tanpa berlebihan juga dianjurkan untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan.

Selain itu, frekuensi konsumsi daging sebaiknya dibatasi. Konsumsi dua hingga tiga kali dalam seminggu dinilai cukup untuk menjaga keseimbangan gizi.

Tim PKRS RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo juga mengingatkan masyarakat yang memiliki riwayat kolesterol tinggi, asam urat, hipertensi, atau penyakit tertentu agar membatasi konsumsi daging dan berkonsultasi dengan dokter.

Baca Juga  Urgensi Pengorbanan, Ketua PWM Jatim: Mewujudkan Kesejahteraan Sosial

“Ingat! Kunci hidup sehat adalah variasi makanan, porsi yang tepat, dan gaya hidup seimbang,” demikian pesan edukasi yang disampaikan Tim PKRS RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo.