Semarak Kurban Umsida: Penyembelihan oleh Juru Sembelih Halal, Distribusi hingga ke Pinggiran Sidoarjo

Pemotongan daging kurban di Kampus 2 Umsida. (Foto: Dok. Panitia)

MAKLUMAT — Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) melaksanakan penyembelihan hewan kurban Iduladha 1447 Hijriah di halaman Masjid Baiturrahim Kampus 2 Umsida, Kamis (28/5/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari semangat berbagi dan kepedulian sosial sivitas akademika Umsida kepada masyarakat sekitar kampus. Proses penyembelihan hingga distribusi hewan kurban melibatkan dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, hingga warga sekitar.

Penyembelihan hewan kurban berupa sapi dilakukan di rumah potong hewan sebelum dikirim ke kampus dalam bentuk potongan besa, sementara penyembelihan kambing dilaksanakan di halaman belakang Kampus 2 Umsida.

Ketua pelaksana, Mochamad Rizal Yulianto SE MM menjelaskan bahwa tahun ini Kampus 2 Umsida menghimpun 5 ekor sapi dan 13 ekor kambing, dari sebanyak 37 shohibul qurban.

“Alhamdulillah tahun ini dari Kampus 2 Masjid Baiturrahim dapat menghimpun 37 shohibul qurban yang dirupakan 5 ekor sapi dan 13 kambing,” terangnya.

Meski begitu, Rizal menjelaskan bahwa tidak seluruh hewan kurban disembelih di Kampus 2 Umsida. Sebagian kambing disalurkan ke sejumlah titik lain sebagai bentuk pemerataan manfaat kurban.

Satu kambing disalurkan kepada kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) yang melaksanakan kegiatan di wilayah pinggiran Kota Delta, tepatnya di Desa Kupang, Kecamatan Jabon. Selain itu, satu kambing lainnya disalurkan ke SLB Dharma Pendidikan Gelam Candi.

Baca Juga  Putusan MK dan Tantangan Bagi Sekolah Swasta Menjaga Mutu Pendidikan

Beberapa hewan kurban juga disalurkan ke Kantor Layanan Lazismu (KLL) Umsida dan Kampus 3 Umsida yang dijadwalkan melaksanakan penyembelihan pada esok hari, Jumat (29/5/2026).

Sementara itu, di Kampus 2 dilakukan penyembelihan lima ekor sapi dan tujuh ekor kambing.

Ia mengungkapkan, dana kurban berasal dari dosen, tenaga kependidikan (tendik), serta keluarga pegawai Umsida. “Kalau di sini full dari para pegawai dan keluarga. Jadi murni dari dosen, tendik, dan keluarganya,” jelas pria yang juga takmir Masjid Baiturrahim Umsida itu.

Setiap tahun, kata Rizal, juga terdapat masyarakat di luar Umsida yang turut menyalurkan hewan kurbannya melalui kampus tersebut.

Daging kurban dibagikan kepada masyarakat sekitar Kampus 2 Umsida, seperti wilayah Gelam, Ngampelsari, dan Balonggabus. Dalam proses distribusi, sejumlah Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) turut membantu penyaluran kepada warga.

“Harapannya agar lebih bermanfaat untuk orang-orang yang membutuhkan, terutama yang setiap harinya dekat dengan kampus,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Al Islam dan Kemuhammadiyahan (DAIK) Umsida, Dr Puspita Handayani SAg MPdI menjelaskan bahwa kurban bukan sekadar ibadah fisik, tetapi juga bentuk keikhlasan dalam mengorbankan sesuatu yang dicintai.

“Keikhlasan itu, keikhlasan dalam beramal. Kurban itu tidak hanya ujian ibadah fisik saja, tapi juga harta,” tandasnya.

Baca Juga  Semangat Berbagi di Momen Iduladha, Umsida dan IMM Gelar Dakwah Terpadu di Jabon

Makna kurban, lanjutnya, berkiblat pada kisah Nabi Ibrahim yang rela mengorbankan sesuatu yang paling dicintainya sebagai bentuk ketaatan kepada Allah Swt. “Artinya kita merelakan dan mengikhlaskan sesuatu yang kita cintai. Jadi semakin tinggi tingkat keimanan seseorang, maka nilai keikhlasannya juga semakin besar,” jelasnya.

Puspita menandaskan, Umsida memastikan proses penyembelihan hewan kurban berjalan sesuai syariat Islam dan standar kesehatan dengan bekerja sama bersama rumah potong hewan yang telah tersertifikasi halal dan memiliki juru sembelih halal resmi.

“Sekarang penyembelihan tidak lagi dilakukan sendiri di kampus, tetapi di rumah potong hewan halal yang sudah tersertifikasi,” tegasmya.

Karena itu, daging yang dikirim ke kampus sudah dalam bentuk potongan besar, sehingga panitia tinggal melakukan proses pembagian kepada masyarakat.

Perempuan yang juga menjabat Ketua Halal Center Umsida itu menyampaikan apresiasi kepada seluruh sivitas akademika yang terlibat dalam pelaksanaan Iduladha 1447 Hijriah/2026 Masehi kali ini.

“Setiap tahun melakukan aktivitas ini tidak hanya sebagai sebuah rutinitas, tetapi bentuk dari ibadah jiwa dan juga materi. Implementasi iman dari setiap muslim,” pungkas Puspita.