Penyembelihan dan Pengelolaan Dam Haji di Tanah Air, Masyarakat Malang Raya Rasakan Manfaatnya

Penyembelihan hewan dam haji di Kota Malang. (Foto: dok. Panitia)

MAKLUMAT — Saat jutaan jamaah haji menuntaskan rangkaian ibadah di Tanah Suci, manfaat ibadah tersebut juga dirasakan masyarakat di Malang Raya. Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Malang melalui Lazismu setempat mengelola dan menyalurkan dam haji jemaah KBIHU RSI Aisyiyah kepada warga yang membutuhkan.

Belasan hewan dam disembelih di Kompleks Muhammadiyah Islamic Center Manarul Islam (MIC MANIS) Kota Malang, salah satu Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) setempat, pada Jumat (29/5/2026). Proses penyembelihan berlangsung tertib, memenuhi ketentuan syariat, serta menerapkan standar kesehatan dan kebersihan.

Wakil Ketua PDM Kota Malang, Dr dr H A. Andyk Asmoro SpAn-TI FIPM, menjelaskan bahwa penyembelihan hewan dam tidak hanya menjadi kewajiban ibadah yang harus ditunaikan para jemaah haji, tetapi juga sarana yang mampu menghadirkan manfaat sosial bagi masyarakat.

“Program dam haji mencerminkan keterhubungan antara ibadah spiritual dan tanggung jawab sosial. Ibadah haji tidak hanya memperkuat hubungan manusia dengan Allah, tetapi juga menghadirkan manfaat bagi sesama,” ujarnya, dalam keterangan yang diterima Maklumat.id pada Sabtu (30/5/2026).

Andyk mengapresiasi kepercayaan jamaah haji KBIHU RSI Aisyiyah Kota Malang yang menitipkan pengelolaan dam kepada Muhammadiyah dan Lazismu. “Kami mengelola amanah ini secara profesional agar memberikan dampak sosial yang nyata bagi masyarakat,” tegasnya.

Baca Juga  Perubahan Paradigma Penanganan Bencana: dari Penanggulangan ke Penguatan Resiliensi

Ia menjelaskan, program pengelolaan dam haji tersebut mengacu pada pandangan fikih Majelis Tarjih dan Tajdid (MTT) PP Muhammadiyah serta regulasi pemerintah yang memungkinkan pemanfaatan nilai sosial-ekonomi hewan dam di dalam negeri. Dengan skema tersebut, manfaat ibadah jamaah haji dapat menjangkau lebih banyak penerima manfaat.

Daging hasil penyembelihan kemudian disalurkan kepada keluarga prasejahtera, anak-anak berisiko stunting, panti asuhan, serta santri di pondok pesantren binaan Muhammadiyah dan Aisyiyah di wilayah Malang Raya.

Andyk juga memastikan bahwa seluruh proses pengelolaan dam dilakukan secara transparan dan akuntabel. Lazismu, kata dia, melakukan pengawasan ketat mulai pengadaan ternak, penyembelihan, pengemasan, hingga distribusi daging agar tepat sasaran dan sesuai dengan ketentuan syariat.

“Program ini sekaligus memperkuat nilai ta’awun atau gotong royong yang menjadi bagian penting dalam ajaran Islam. Kesalehan tidak hanya diwujudkan melalui ibadah ritual, tetapi juga melalui kepedulian terhadap sesama, terutama mereka yang berada dalam kondisi rentan,” terangnya.

Selain menyalurkan manfaat kepada masyarakat, Lazismu juga memberikan laporan pelaksanaan kepada jemaah haji yang masih berada di Makkah. Melalui sistem pelaporan digital, jemaah menerima dokumentasi dan notifikasi penyembelihan secara langsung sebagai bukti bahwa amanah mereka telah ditunaikan sesuai ketentuan.

Baca Juga  Hari Kebangkitan Nasional, Momentum Menegakkan Kedaulatan Indonesia

Di tengah berbagai tantangan sosial yang masih dihadapi masyarakat, program dam haji di tanah air menjadi salah satu bentuk distribusi manfaat yang langsung dirasakan warga.

“Kemabruran haji tidak hanya tercermin dari tuntasnya rangkaian ibadah, tetapi juga dari manfaat yang terus mengalir kepada sesama. Dari Tanah Suci, harapan itu tumbuh dan menyapa mereka yang membutuhkan di tanah air,” tandas Andyk.