MAKLUMAT — Anies Baswedan menyentil soal masa jabatan singkat melalui cuitannya di media sosial. Banyak warganet mengaitkan pernyataan Anies Baswedan itu dengan pernyataan Sekretaris Kabinet (Seskab) RI, Teddy Indra Wijaya hingga Ketua Komisi III DPR RI, Dr Habiburokhman.
Polemik bermula ketika mantan Wakil Menteri Luar (Wamenlu) RI, Dino Patti Djalal mengkritik frekuensi kunjungan luar negeri Presiden Prabowo Subianto. Tidak lama berselang, Seskab Teddy merespons kritikan Dino tersebut.
Ia merespons kritik Dino dengan memaparkan berbagai hasil konkret kunjungan dan diplomasi Presiden Prabowo selama 1,5 tahun terakhir. Warganet lantas menyoroti bagian di mana Seskab Teddy menyinggung masa jabatan Dino sebagai Wamenlu yang hanya berlangsung selama tiga bulan.
“Sebelumnya terima kasih atas masukan yang telah diberikan. Sangat cermat dan terstruktur. Saya pikir beliau adalah diplomat hebat. Pernah menjadi Wamenlu, walau hanya diberi kesempatan sekitar tiga bulan,” ujarnya melalui kanal YouTube Sekretariat Kabinet RI pada Selasa (2/6/2026).
Tidak sedikit warganet yang ramai-ramai menyoroti pernyataan Seskab Teddy tersebut. Di kesempatan lain, warganet juga menyoroti pernyataan senada yang juga dilontarkan Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman. Polemik ini menjadi semakin meluas di media sosial.
“Beliau itu kan walaupun cuma tiga bulan jadi Wamenlu, tetap kan mantan pejabat Kemenlu. Menurut saya, ada etika di kalangan orang yang pernah menjabat,” ujar Habiburokhman di Jakarta, Selasa (2/6/2026).
Menanggapi narasi soal tiga bulan masa jabatan Dino di Wamenlu, Anies Baswedan lantas mengalihkan perhatian warganet ke tokoh sejarah. Ia menyebut bahwa Bapak Pendidikan Indonesia, Ki Hadjar Dewantara pernah menjabat sebagai Menteri Pengajaran pada Kabinet Presidensial pasca-kemerdekaan.
“Tidak banyak yang tahu fakta ini. Berapa lama Bapak Pendidikan Indonesia, Ki Hadjar Dewantara, menjabat sebagai Menteri Pendidikan (saat itu Menteri Pengadjaran)?” ujarnya, melansir akun X @aniesbaswedan pada Rabu (3/6/2026).
Melansir laman resmi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), tertulis bahwa Ki Hadjar Dewantara hanya menjabat selama 19 Agustus hingga 14 November 1945 atau kurang lebih tiga bulan sebagai Menteri Pengajaran. Kendati demikian, sejarah mencatat bahwa Ki Hadjar Dewantara telah meninggalkan warisan pemikiran pendidikan yang mendalam dan masih relevan hingga sekarang.
Cuitan itu lantas dinilai banyak warganet sebagai sindiran tidak langsung terhadap Seskab Teddy maupun Habiburokhman. Mereka menafsirkan bahwa Anies Baswedan sedang menyampaikan pesan bahwa masa jabatan yang singkat bukanlah ukuran utama seseorang untuk memberikan kontribusi besar.
Warganet menilai, pesan Anies Baswedan itu juga ingin menarasikan bahwa meski Dino hanya menjabat tiga bulan sebagai Wamenlu, hal tersebut tidak serta-merta mengurangi bobot kritiknya.
Sejumlah warganet ramai merespons unggahan Anies Baswedan. Tidak sedikit juga warganet yang menyebut bahwa Anies Baswedan “sedang memasak”, istilah populer di media sosial untuk menggambarkan sindiran yang disampaikan dengan cara halus dan cerdas.
Sebelumnya, Anies Baswedan juga telah mengunggah postingan untuk membela Dino. Ia menegaskan bahwa Dino bukan diplomat dan pejabat karbitan. Dino memiliki rekam jejak panjang, pengalaman internasional yang teruji, serta karir diplomasi yang konsisten sejak lama.
“Dino Patti Djalal, bukan karbitan jadi diplomat, bukan pula karbitan jadi pejabat,” ujar Anies Baswedan dalam unggahannya melalui akun X pribadi @aniesbaswedan pada Selasa (2/6/2026).














