Kemendes PDT dan PT APN Jajaki Kerja Sama Perkuat BUMDes dan Ekonomi Desa

Pertemuan Kemendes PDT dan PT APN menjajaki kerja sama strategis untuk pengembangan BUMDes dan penguatan ekonomi desa. (Foto: Dok. Kemendes)

MAKLUMAT — Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) menjajaki peluang kerja sama strategis dengan PT Agrinas Palma Nusantara (APN) guna memperkuat peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dalam pengembangan industri sawit nasional.

Pembahasan tersebut berlangsung dalam pertemuan yang dihadiri Penasihat Menteri Desa dan PDT, Prof Dr Zainuddin Maliki MSi, bersama tim Kemendes PDT, dengan jajaran PT APN, pada Rabu (3/6/2026).

Rombongan Kemendes PDT diterima langsung oleh Direktur Hubungan Kelembagaan PT APN Mayjen TNI (Purn.) Cucu Somantri, Direktur Kepatuhan dan Keberlanjutan Ir. Nofil Anoverta, Kepala Divisi Hubungan Kementerian dan Kelembagaan Brigjen Tetty Melina Lubis, serta sejumlah pejabat perusahaan lainnya.

Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas berbagai peluang kolaborasi yang memungkinkan keterlibatan BUMDes dalam pengembangan industri sawit yang berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi masyarakat desa.

Saat ini, PT Agrinas Palma Nusantara memperoleh mandat untuk mengelola lahan sawit seluas 4.115.862 hektare. Dari total luasan tersebut, sebanyak 1.762.691 hektare telah diserahkan pada tahap pertama, dengan areal tertanam mencapai 729.677 hektare.

Zainuddin Maliki menilai potensi kerja sama tersebut sejalan dengan agenda penguatan ekonomi desa yang menjadi salah satu fokus Kemendes PDT.

Baca Juga  Bupati Jember Gus Fawait Gandeng Pesantren Entaskan Kemiskinan dan Bangun Ekonomi Desa

“Sejauh ini sudah ada 2.555 BUMDes yang memiliki unit usaha di sektor sawit. Ini menunjukkan bahwa desa memiliki pengalaman dan kapasitas untuk terlibat lebih luas dalam rantai nilai industri sawit nasional,” ujarnya.

Menurut Zainuddin, peluang kolaborasi dengan PT APN juga sejalan dengan kebijakan Mendes PDT, Yandri Susanto, yang menempatkan revitalisasi BUMDes sebagai salah satu prioritas dalam 12 Aksi Menteri Desa.

“BUMDes harus menjadi kekuatan ekonomi yang mampu mengelola potensi desa secara profesional dan berkelanjutan. Langkah revitalisasi BUMDes yang digencarkan Menteri Yandri telah menunjukkan hasil. Tidak sedikit BUMDes yang berhasil mengantarkan desanya menembus pasar ekspor,” tambahnya.

Zainuddin mencontohkan pada keberhasilan Desa Sejahtera Astra (DSA) Temon, Kabupaten Pacitan, yang pada Februari lalu melakukan ekspor perdana gula aren organik ke Malaysia, Belanda, dan Australia. Pelepasan ekspor tersebut dilakukan langsung oleh Mendes PDT Yandri Susanto sebagai bagian dari upaya mendorong lahirnya desa-desa berorientasi ekspor.

Zainuddin berharap, melalui kerja sama yang tengah dijajaki tersebut, Kemendes PDT berharap BUMDes dapat memperoleh ruang yang lebih luas untuk berpartisipasi dalam pengelolaan komoditas strategis nasional.

Selain meningkatkan nilai tambah ekonomi di tingkat desa, kata dia, kolaborasi tersebut juga diharapkan mampu memperluas kesempatan kerja dan memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat desa.

Baca Juga  Terima Kunjungan Mendes-PDT Yandri Susanto, PP Muhammadiyah Siap Sinergi Kuatkan Dakwah dan Ekonomi di Desa