MAKLUMAT — ASN Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bondowoso, Hijrah Saputra kini resmi menyandang gelar Doktor Ilmu Administrasi dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Jember.
Gelar akademik tertinggi tersebut diraih setelah Hijrah sukses mempertahankan disertasinya dalam sidang terbuka Program Studi Doktor Ilmu Administrasi dan mengikuti prosesi wisuda pada Sabtu (6/6/2026).
“Ilmu pengetahuan harus memberi manfaat. Karena itu, proses belajar ini saya maknai sebagai bagian dari ikhtiar untuk memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat,” ujar Hijrah.
Bagi Hijrah, capaian ini bukan sekadar penambahan gelar akademik. Lebih dari itu, pendidikan doktoral merupakan bagian dari ikhtiar untuk memperluas wawasan dan meningkatkan kualitas pengabdian kepada masyarakat.
Pelayanan Keagamaan Terpadu Satu Pintu
Pria yang sehari-hari mengabdikan diri di lingkungan Kemenag Bondowoso tersebut memilih meneliti bidang yang dekat dengan tugas dan pengalamannya. Disertasinya berjudul Implementasi Pelayanan Keagamaan Terpadu Satu Pintu (Studi di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bondowoso).
Penelitian ini berupaya memahami bagaimana pelayanan publik, khususnya pelayanan keagamaan, dapat terus berjalan secara optimal di tengah berbagai dinamika dan tantangan yang dihadapi birokrasi modern.
Menurutnya, masyarakat saat ini tidak hanya membutuhkan pelayanan yang sesuai aturan, tetapi juga pelayanan yang mampu memberikan solusi ketika muncul berbagai kendala dalam proses administrasi.
“Pelayanan publik harus tetap berpegang pada regulasi. Namun pada saat yang sama, aparatur juga dituntut memiliki kepekaan untuk memastikan masyarakat tidak dirugikan oleh hambatan-hambatan teknis yang terjadi,” katanya.
Dalam penelitiannya, Hijrah menemukan bahwa pelayanan yang baik tidak hanya ditentukan oleh aturan yang lengkap, tetapi juga oleh kualitas sumber daya manusia yang menjalankannya. Karena itu, peningkatan kapasitas aparatur menjadi faktor penting dalam mewujudkan pelayanan yang profesional dan berintegritas.
Disertasi yang disusunnya ini turut mendapat perhatian para akademisi dan praktisi administrasi publik. Salah satu penguji eksternal dalam sidang doktoralnya adalah Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) Republik Indonesia, Dr Muhammad Taufik DEA.
Belajar, Proses yang Tak Pernah Usai
Di lingkungan Kemenag Bondowoso, Hijrah dikenal aktif mendorong inovasi dan penguatan reformasi birokrasi. Ia terlibat dalam berbagai upaya pengembangan pelayanan berbasis digital yang bertujuan meningkatkan efektivitas, transparansi, dan akuntabilitas kinerja aparatur.
Ia meyakini bahwa semangat belajar harus menjadi bagian dari budaya kerja aparatur negara. Dengan terus memperbarui pengetahuan dan kompetensi, ASN akan lebih siap menjawab perubahan zaman dan kebutuhan masyarakat yang terus berkembang.
“Belajar adalah proses yang tidak pernah selesai. Setiap amanah yang diberikan kepada kita harus diimbangi dengan upaya meningkatkan kapasitas diri agar manfaat yang diberikan kepada masyarakat semakin besar,” tuturnya.














