THE Sustainability Impact Ranking 2026: Umsida Peringkat 21 PTS Nasional, PTM Terbaik di Jawa Timur

Kompleks Kampus 1 Umsida di Jalan Mojopahit No.666B, Sidoarjo. (Foto: Humas)

MAKLUMAT — Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) kembali menegaskan posisi dalam pemeringkatan internasional versi Times Higher Education (THE) Sustainability Impact Rankings 2026.

Dalam pemeringkatan tersebut, Umsida berada pada posisi 1001–1500 dunia, peringkat 44 perguruan tinggi nasional, peringkat 21 perguruan tinggi swasta nasional, serta posisi 5 di jajaran Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah (PTMA) secara nasional. Di cakupan Jawa Timur, Umsida menempati peringkat 4 perguruan tinggi se-Jawa Timur dan mencatatkan sebagai PTM terbaik di Jawa Timur.

Wakil Rektor I Bidang Akademik Umsida, Hana Catur Wahyuni, mengatakan tahun 2026 menjadi tahun kedua Umsida mengikuti THE Sustainability Impact Rankings sejak meraih akreditasi unggul pada 2024.

“Ini adalah bukti bahwa proses yang telah dilakukan Umsida selama setahun ini mempunyai dampak. Alhamdulillah ada tren positif dari jenjang peringkat yang diperoleh Umsida, selama 2 tahun ini” ujarnya, dalam keterangan yang diterima Maklumat.id pada Jumat (26/6/2026).

Menurut Hana, peningkatan peringkat tersebut merupakan hasil kontribusi berbagai unsur kampus, mulai dari dosen, mahasiswa, hingga tenaga kependidikan yang terlibat dalam implementasi program berkelanjutan.

Selain peningkatan secara umum, capaian indikator Sustainable Development Goals (SDGs) Umsida juga mengalami perkembangan pada sejumlah sektor.

Baca Juga  Semangat Berbagi di Momen Iduladha, Umsida dan IMM Gelar Dakwah Terpadu di Jabon

Pada pemeringkatan tahun ini, Umsida mencatat peningkatan skor pada SDG 4 Quality Education menjadi 64,2–68,3, SDG 15 Life on Land sebesar 57,1–66,1, serta SDG 6 Clean Water and Sanitation sebesar 27,1–51,6.

Skor tersebut mengalami peningkatan cukup signifikan jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, di mana indikator yang masuk penilaian meliputi Quality Education dengan skor 56,3–61,8, Good Health and Well-being sebesar 26,8–45,0, serta Industry, Innovation and Infrastructure sebesar 3,9–18,8.

Hana menjelaskan penguatan capaian SDGs dilakukan melalui integrasi dalam pelaksanaan Catur Dharma Perguruan Tinggi, yakni pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta Al-Islam Kemuhammadiyahan (AIK).

Pada bidang pendidikan, implementasi SDGs diintegrasikan dalam Rencana Pembelajaran Semester (RPS), materi perkuliahan, hingga aktivitas mahasiswa. “Baik riset maupun Abdimas, temanya kami arahkan untuk mendukung target SDGs dan telah terintegrasi dalam panduan penelitian kampus,” tandasnya.

Di bidang AIK, penguatan nilai Islam berkemajuan juga dikaitkan dengan implementasi pembangunan berkelanjutan sebagai bagian dari pembentukan karakter mahasiswa.

Selain itu, pengembangan sarana dan prasarana kampus juga mulai diarahkan pada prinsip pembangunan berkelanjutan untuk mendukung lingkungan belajar yang lebih ramah lingkungan.

Setelah capaian tersebut, Hana menyebut bahwa Umsida juga telah menyiapkan langkah strategis untuk memperkuat performa pada pemeringkatan berikutnya.

Baca Juga  Pakar Umsida Luruskan Salah Kaprah Kripto dan Bitcoin di Masyarakat

Meski saat ini indikator terkuat berada pada bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat, seluruh 17 tujuan SDGs disebut menjadi fokus pengembangan universitas ke depan.

“Semua rencana itu telah terakomodasi dalam rencana strategis Umsida 2026–2030, bahkan target capaian pada pemeringkatan THE Sustainability Impact Rankings juga sudah kami siapkan” pungkas Hana.***

 

*) Penulis: Romadhona