MAKLUMAT — Wakil Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (Wamen P2MI), Dzulfikar Ahmad Tawalla, menghadiri sesi 1 prosesi Wisuda ke-47 Program Diploma, Sarjana, dan Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) Tahun Akademik 2025/2026, Sabtu (27/6/2026).
Pada wisuda kali ini, Umsida meluluskan sebanyak 1.116 wisudawan yang dikukuhkan dalam tiga sesi pelaksanaan selama dua hari, Sabtu-Ahad (27-28/6/2026).
Dzulfikar turut menyampaikan sambutan dalam prosesi wisuda sesi 1, sekaligus menyampaikan sejumlah pesan dan motivasi bagi para wisudawan Umsida. Ia membuka pesannya dengan mengenang mendiang sang ibu, yang disebutnya berharap dapat menyaksikan dirinya saat wisuda.
Menurutnya, keberhasilan setiap lulusan tidak lepas dari doa dan perjuangan kedua orang tua. “Kalau ingin sukses, jadikan nasehat, arahan, dan kata-kata orang tua sebagai kompas kehidupan,” pesannya.
Apalagi, lanjut Dzulfikar, dunia yang akan dihadapi oleh para lulusan setelah wisuda bergerak dan berubah dengan sangat cepat.
Meski begitu, pria yang juga menjabat Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah itu meyakini bahwa para lulusan Muhammadiyah memiliki modal penting berupa resiliensi alias ketangguhan, yang menurutnya menjadi bekal penting dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.
Dzulfikar menjelaskan bahwa manusia dapat dibagi menjadi tiga kelompok, yakni apatis, follower, dan leader.
“Saya yakin alumni Umsida adalah manusia-manusia yang menjadi leader. Kalian berada di tempat yang tepat karena Umsida tidak hanya mengajarkan bagaimana sukses di dunia, tetapi juga bagaimana sukses di akhirat,” tandasnya.
Apresiasi untuk Para Lulusan
Sementara itu, Rektor Umsida Dr Hidayatulloh MSi menyampaikan apresiasi kepada seluruh wisudawan atas keberhasilan mereka dalam menyelesaikan studi.
Ia berharap para lulusan dapat mengimplementasikan ilmu yang diperoleh untuk memberikan kontribusi bagi kemajuan masyarakat dan bangsa.
Diketahui, sebanyak 1.116 lulusan berasal dari lima fakultas dan Program Pascasarjana. Rinciannya, Fakultas Pendidikan dan Studi Islam meluluskan 257 mahasiswa; Fakultas Sains dan Teknologi 240 mahasiswa; Fakultas Bisnis, Hukum, dan Ilmu Sosial 423 mahasiswa; Fakultas Ilmu Kesehatan dan Psikologi 125 mahasiswa; serta Program Pascasarjana 71 mahasiswa. Rata-rata IPK lulusan semester genap Tahun Akademik 2025/2026 mencapai 3,73.
“Atas nama pimpinan Umsida, kami menyampaikan selamat dan sukses kepada seluruh wisudawan. Semoga ilmu yang diperoleh menjadi bekal untuk memberikan manfaat bagi masyarakat,” ucapnya.

Perkembangan dan Pencapaian Umsida
Lebih lanjut, Hidayatulloh juga memaparkan perkembangan dan pencapaian Umsida dalam beberapa tahun terakhir di bawah kepemimpinannya. Umsida, kata dia, telah menyelesaikan milestone kedua (2022–2026) sebagai perguruan tinggi unggul di tingkat nasional dan mulai memasuki milestone ketiga (2026–2030) yang berorientasi pada National Competitiveness.
“Target kami adalah menjadi perguruan tinggi yang memperoleh pengakuan di tingkat ASEAN pada periode 2034–2038,” terangnya.
Ia juga menyampaikan sejumlah capaian pemeringkatan institusi. Umsida tercatat menempati peringkat 64 perguruan tinggi swasta terbaik ASEAN versi Applied Higher Education, peringkat 16 nasional, dan peringkat 2 di Jawa Timur. Selain itu, Umsida masuk peringkat 984 dunia pada UI GreenMetric.
“Pada pemeringkatan Times Higher Education Impact Rankings, Umsida mengalami peningkatan yang sangat signifikan. Untuk SDGs 4 (Quality Education), tahun ini Umsida berada pada peringkat 201–300 dunia dan peringkat 15 nasional,” ungkapnya.
Prosesi wisuda tersebut turut dihadiri Ketua PP Muhammadiyah Prof Syafiq A Mughni MA PhD, Wakil Ketua PWM Jawa Timur Ir Tamhid Masyhudi, jajaran PWA Jawa Timur, PDM dan PDA Sidoarjo, para mitra Umsida, jajaran Badan Pembina Harian (BPH) Umsida, Senat Universitas, serta para pimpinan dan dosen Umsida.***
*) Penulis: Romadhona/ Ed: Ubay NA













