Refleksi Milad ke-109, Aisyiyah Pacitan Perkuat Kaderisasi dan Siapkan Pembangunan Pondok Tahfiz Putri

Sambutan Ketua PDA Kabupaten Pacitan, Supadmini, dalam Refleksi Milad ke-109 Aisyiyah di Gedung Dakwah Muhammadiyah Pacitan, Sabtu (27/6/2026). (Foto: Dok Panitia Milad)

MAKLUMAT — Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Kabupaten Pacitan menggelar Refleksi Milad ke-109 Aisyiyah di Gedung Dakwah Muhammadiyah Pacitan, Sabtu (27/6/2026). Kegiatan bertajuk “Memperkokoh Dakwah Kemanusiaan untuk Mewujudkan Perdamaian” itu menjadi momentum memperkuat kaderisasi, penguatan ideologi organisasi, serta menghidupkan kembali ranting-ranting sebagai basis gerakan dakwah.

Acara dihadiri jajaran Pimpinan Daerah Muhammadiyah dan Aisyiyah setempat, organisasi otonom, kader, serta para tamu undangan lainnya. Kegiatan tersebut juga dirangkai dengan pemberian apresiasi kepada FABA IGABA Pacitan.

Ketua PDA Pacitan, Supadmini SAg, menegaskan bahwa refleksi milad tidak hanya menjadi peringatan seremonial bertambahnya usia organisasi, tetapi menjadi ruang evaluasi terhadap perjalanan dakwah dan pemberdayaan yang telah dilakukan.

“Milad ke-109 ini menjadi momentum untuk merefleksikan sejauh mana gerakan Aisyiyah mampu melahirkan kader-kader muda yang siap melanjutkan perjuangan organisasi. Regenerasi menjadi kebutuhan utama agar dakwah terus berkesinambungan di tengah dinamika masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, penguatan ideologi organisasi harus diiringi dengan penguatan struktur hingga tingkat ranting. Ranting dinilai menjadi ujung tombak pelayanan masyarakat sekaligus pusat pembinaan kader perempuan Muhammadiyah.

“Kami ingin memperkokoh ideologi sekaligus menghidupkan kembali ranting-ranting yang belum aktif. Dari ranting inilah lahir gerakan nyata yang memberi manfaat bagi masyarakat,” tandas Supadmini.

Baca Juga  PCM Sepanjang Resmikan RSU Assakinah Medika, Jadi Cabang Muhammadiyah Terkaya se-Jatim

Lebih lanjut, Supadmini juga mengungkapkan rencana pembangunan Pondok Tahfiz Putri di atas lahan wakaf yang berada di sebelah utara Masjid Agung Pacitan. Program tersebut diproyeksikan menjadi pusat pembinaan keagamaan sekaligus pendidikan karakter bagi generasi muda perempuan.

“Pembangunan Pondok Tahfiz Putri merupakan ikhtiar kami dalam memperkuat pendidikan Islam bagi perempuan. Kami berharap keberadaan pondok ini dapat melahirkan generasi yang berakhlak mulia, cinta Al-Qur’an, serta memiliki kepedulian terhadap kemajuan bangsa,” terangnya.

Sementara itu, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Pacitan, Suprayitno Ahmad MPdI, menegaskan pentingnya memperkuat sinergi Muhammadiyah dan Aisyiyah dalam menjawab berbagai tantangan di bidang sosial, pendidikan, dan kemanusiaan.

“Aisyiyah telah membuktikan kontribusinya dalam bidang pendidikan, kesehatan, sosial, dan pemberdayaan masyarakat. Gerakan ini harus terus diperkuat dengan semangat kolaborasi dan pengabdian,” kata dia.

Dalam kesempatan itu, Suprayitno juga mengajak seluruh kader untuk terus menghadirkan dakwah yang mencerahkan melalui berbagai program yang menjawab kebutuhan masyarakat.

Di sisi lain, Rektor Institut Studi Islam Muhammadiyah (ISIMU) Pacitan, Dr Ahmadi MPdI, menilai kaderisasi menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan organisasi yang telah berdiri lebih dari satu abad.

Baca Juga  Ketua PWM Jatim: Tidak Ada Partai Anak Emas dan Anak Kandung Muhammadiyah

“Aisyiyah memiliki sejarah panjang dalam membangun peradaban melalui pendidikan dan dakwah. Karena itu, regenerasi kader harus dipersiapkan secara sistematis agar estafet kepemimpinan terus berjalan dengan baik,” tandasnya.

Selain refleksi milad, kegiatan juga diisi dengan pemberian apresiasi kepada FABA IGABA Pacitan atas kontribusinya dalam mendukung pengembangan pendidikan anak usia dini di lingkungan Aisyiyah.***

 

*) Penulis: Edi Susanto