MAKLUMAT — Wakil Rektor I Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida), Prof Dr Hana Catur Wahyuni ST MT IPM, menekankan pentingnya keteladanan, kesamaan visi, dan dukungan aspek teknis dalam membangun budaya sekolah. Pesan tersebut ia sampaikan ketika menghadiri Pelantikan Kepala SD Muhammadiyah 1 Candi (M1CA) periode 2026–2030, Sabtu (4/7/2026).
Menurut Hana, seorang pemimpin tidak cukup hanya mampu memberikan arahan atau menetapkan kebijakan. Seorang pemimpin juga harus menjadi teladan bagi seluruh anggota organisasi.
“Jangan sesekali melakukan pelanggaran. Ketika seorang pemimpin melakukan pelanggaran satu kali saja, maka keesokan harinya akan banyak orang yang mengikuti karena mereka menganggap hal tersebut ternyata diperbolehkan,” tegasnya.
Ia menjelaskan bahwa perilaku seorang pemimpin akan menjadi rujukan bagi anggota organisasi. Karena itu, keteladanan dinilai menjadi fondasi penting dalam membangun budaya kerja yang sehat dan berintegritas.
Selain itu, Hana juga menyoroti pentingnya kesamaan visi di antara seluruh elemen sekolah. Menurutnya, keberhasilan sebuah lembaga pendidikan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan pemimpin, tetapi juga oleh keselarasan langkah seluruh anggota organisasi.
“Seluruh elemen harus memiliki visi yang sama. Ketika tujuan bersama sudah dipahami dan diyakini bersama, maka langkah yang diambil akan lebih mudah selaras,” tuturnya.
Menurut Hana, kesamaan visi perlu dibangun melalui komunikasi yang baik serta hubungan kerja yang sehat. Ia menyebut chemistry antarelemen organisasi menjadi salah satu faktor penting dalam membangun kepercayaan.
“Membangun chemistry itu penting agar kita tidak selalu suudzon terhadap apa pun keputusan pimpinan. Ketika ada kepercayaan dan kesamaan tujuan, maka setiap kebijakan akan dipahami sebagai bagian dari upaya mencapai tujuan bersama,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Hana juga mengingatkan bahwa keberhasilan sebuah program pendidikan tidak hanya ditentukan oleh konsep atau imbauan, tetapi juga oleh dukungan sarana dan sistem yang memadai.
Ia mencontohkan pendidikan karakter mengenai kebiasaan membuang sampah pada tempatnya yang perlu didukung dengan penyediaan fasilitas yang sesuai.
“Bagaimana mungkin kita mengajak murid membuang sampah pada tempatnya jika kita tidak menyediakan tempat sampah yang menarik dan mudah digunakan?” tandasnya.
Selaras dengan pesan sebelumnya yang disampaikan Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sidoarjo Prof Dr A Dzo’ul Milal MPd tentang filosofi kereta api untuk kepemimpinan, Hana mengajak seluruh elemen sekolah untuk membangun budaya pendidikan yang ditopang oleh keteladanan, kesamaan visi, serta lingkungan belajar yang mendukung pelaksanaan program secara konsisten.***
*) Penulis: Devita / SD M1CA













