Alfi Nurhidayat, Insinyur yang Kini Resmi Jabat Sekretaris Daerah Kota Batu

Alfi Nurhidayat. (Foto: Dok. Pribadi)

MAKLUMAT — Alfi Nurhidayat resmi mengemban amanah sebagai Sekretaris Daerah Kota Batu usai dilantik oleh Wali Kota Batu, Nurochman, pada Selasa (7/7/2026). Penunjukan birokrat berusia 48 tahun itu menandai lahirnya pemimpin administrasi pemerintahan yang memadukan pengalaman teknokratis, kepemimpinan birokrasi, dan kapasitas akademik.

Pelantikan Alfi sekaligus mengakhiri proses seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama Sekretaris Daerah, yang diikuti sepuluh pejabat di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Batu. Setelah melewati serangkaian tahapan asesmen, pemaparan makalah, wawancara, hingga pendalaman visi bersama kepala daerah, Alfi akhirnya dipercaya menjadi koordinator seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) di Kota Batu.

Di usianya yang relatif muda bagi seorang sekretaris daerah, Alfi diharapkan mampu menjadi motor penggerak birokrasi yang adaptif, cepat mengambil keputusan, sekaligus mampu mengawal program pembangunan daerah.

Kiprah di Birokrasi Kota Batu

Alfi Nurhidayat sendiri bukanlah sosok baru di lingkungan Pemkot Batu. Karier birokrasinya dibangun dari bidang yang sangat dekat dengan pembangunan fisik daerah.

Sebelum dipercaya memimpin Dinas Pendidikan, ia lebih dahulu menjabat sebagai Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Batu. Di jabatan tersebut, Alfi terlibat dalam berbagai proyek strategis daerah, mulai dari peningkatan kualitas jalan, pembangunan sistem drainase, penataan kawasan perkotaan, hingga penyediaan berbagai fasilitas publik yang menopang sektor pariwisata dan aktivitas ekonomi masyarakat.

Latar belakang sebagai sarjana teknik sipil membuatnya dikenal sebagai birokrat yang memahami persoalan dari level perencanaan hingga pelaksanaan di lapangan. Rekan-rekannya mengenal Alfi sebagai pemimpin yang tidak segan turun langsung mengawasi pekerjaan sekaligus menyerap aspirasi masyarakat.

Baca Juga  Hartyo Harkomoyo, Diplomat Alumnus UMY yang Jadi Wakil Dubes RI di Rusia

Pengalaman teknis tersebut menjadi bekal penting ketika ia kemudian dipercaya memimpin sektor yang sama sekali berbeda, yakni sebagai Kepala Dinas Pendidikan.

Alfi Nurhidayat menandatangani berita acara pelantikan sebagai Sekretaris Daerah Kota Batu. (Foto: Dok.)
Alfi Nurhidayat menandatangani berita acara pelantikan sebagai Sekretaris Daerah Kota Batu. (Foto: Dok.)

Sebagai Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu, Alfi Nurhidayat menghadapi tantangan yang berbeda. Fokusnya tidak lagi pada pembangunan fisik, melainkan pembangunan kualitas sumber daya manusia.

Di bawah kepemimpinannya, berbagai program strategis terus diperkuat, mulai dari peningkatan mutu pendidikan, pengembangan Program 1.000 Sarjana, penguatan integritas kepala sekolah, hingga menyiapkan generasi muda yang mampu menghadapi perkembangan teknologi dan tantangan era Society 5.0.

Perjalanan karier dari sektor infrastruktur menuju pendidikan menunjukkan kemampuan adaptasi yang menjadi salah satu modal penting bagi seorang sekretaris daerah, jabatan yang menuntut koordinasi lintas sektor pemerintahan.

Harta Kekayaan Penyelenggara Negara

Sebagai penyelenggara negara, Alfi Nurhidayat juga telah melaporkan harta kekayaannya melalui Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN).

Berdasarkan laporan tahun 2025, total kekayaan yang dimilikinya mencapai Rp9.171.307.147 setelah dikurangi utang sebesar Rp374.908.139.

Aset terbesar berupa tanah dan bangunan senilai Rp8,739 miliar yang tersebar di wilayah Malang Raya. Selain itu, ia memiliki sejumlah kendaraan, yakni Honda Tiger tahun 2010, Honda Vario tahun 2010, Yamaha NMax tahun 2018, Suzuki TS125 tahun 2002, serta Honda HR-V tahun 2021 dengan total nilai Rp309 juta.

Baca Juga  Ditunjuk Prabowo Jadi Dirut BPJS Kesehatan, Siapa Sebenarnya Prihati Pujowaskito?

Laporan tersebut juga mencatat harta bergerak lainnya sebesar Rp15 juta dan kas serta setara kas senilai Rp483,2 juta. Tidak terdapat kepemilikan surat berharga maupun harta lainnya dalam laporan tersebut.

Akademisi yang Terus Belajar

Di balik kesibukannya sebagai birokrat, Alfi Nurhidayat juga dikenal memiliki komitmen tinggi terhadap dunia akademik. Lulusan S1 Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) tak berhenti hanya pada gelar sarjana yang diraihnya pada tahun akademik 2002/2003.

Ia kemudian melanjutkan kiprah akademiknya ke jenjang Magister Teknik Lingkungan di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya yang diselesaikannya pada tahun akademik 2010/2011.

Tidak berhenti di situ, meski telah menduduki jabatan strategis di pemerintahan, Alfi Nurhidayat berhasil menyelesaikan pendidikan profesi Insinyur di Universitas Muhammadiyah Malang pada 2020/2021.

Puncaknya, tahun lalu pada 2025, ia berhasil meraih gelar Doctor of Philosophy (Ph.D.) yang diperoleh dari Universiti Teknologi Malaysia (UTM). Pendidikan doktoral yang ditempuh sejak sebelum pandemi Covid-19 tersebut menjadi bukti konsistensinya meningkatkan kapasitas diri di tengah kesibukan sebagai pejabat publik.

Pendidikan bukan sekadar gelar akademik, melainkan bekal untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik. Pengetahuan yang diperoleh selama menempuh studi banyak ia aplikasikan dalam pekerjaan, khususnya terkait pembangunan infrastruktur perkotaan, konsep pedestrian ramah pejalan kaki, hingga penataan kota wisata.

Selain aktif sebagai birokrat, Alfi juga mengabdikan diri sebagai Dosen Luar Biasa Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Malang. Melalui aktivitas mengajar, ia berupaya menjembatani teori akademik dengan praktik pembangunan daerah.

Baca Juga  Darul Arqam Berkarakter Angkat Sosok Jenderal Sudirman: Keajaiban Zikir hingga Keteguhan Perjuangan

Produktivitas ilmiahnya juga tercermin dari publikasi jurnal internasional. Salah satunya dalam jurnal berjudul “A Systematic Review of the Impact Overload on Road Pavement Batu City, Indonesia.”

Dipilih dari Tiga Kandidat Akhir

Sebelumnya, pada tahap akhir seleksi Sekretaris Daerah Kota Batu, Alfi Nurhidayat bersaing dengan dua kandidat lain yang masuk tiga besar, yakni Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Mohammad Nur Adhim serta Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Arief As Siddiq.

Ketiganya dinyatakan sebagai peserta dengan nilai tertinggi hasil penilaian Panitia Seleksi dan mengikuti tahap akhir berupa pendalaman materi serta penyelarasan visi pembangunan bersama Wali Kota Batu.

Dalam berbagai kesempatan, Wali Kota Batu Nurochman menegaskan bahwa Sekda ideal adalah sosok yang mampu menjadi “dirigen” birokrasi, menyatukan berbagai perbedaan antarlembaga, mengambil keputusan secara cepat, namun tetap berpijak pada regulasi.

Penilaian tidak hanya didasarkan pada hasil tes seleksi, tetapi juga mempertimbangkan rekam jejak kepemimpinan, kemampuan koordinasi, integritas, serta pengalaman selama memimpin perangkat daerah.

Dengan pengalaman memimpin sektor infrastruktur dan pendidikan, latar belakang akademik hingga jenjang doktor, serta rekam jejak panjang di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Batu, Alfi Nurhidayat kini memikul tanggung jawab baru sebagai Sekretaris Daerah Kota Batu.

Tugas utamanya bukan hanya mengoordinasikan seluruh perangkat daerah, tetapi juga memastikan visi pembangunan Wali Kota dan Wakil Wali Kota dapat diterjemahkan menjadi kebijakan yang efektif, pelayanan publik yang semakin baik, serta birokrasi yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat.