MAKLUMAT – Guntur Priambodo kembali ke Dam Gembleng, Desa Aliyan, Kecamatan Rogojampi, Banyuwangi, pada Sabtu (18/7/2026). Dia mendampingi Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Republik Indonesia Zulkifli Hasan bertemu ratusan petani.
Guntur adalah mantan Sekretaris Kabupaten Banyuwangi yang belum lama ini memasuki masa pensiun. Tidak berselang lama, Guntur diangkat menjadi Tenaga Ahli Menko Pangan. Sebelumnya, Guntur cukup lama menjabat sebagai kepala Dinas PU Pengairan Kabupaten Banyuwangi.
Nah, Dam Gembleng merupakan salah satu kawasan binaan Guntur ketika menjabat kepala Dinas PU Pengairan. Saat itu, program inovasi yang dikembangkannya bernama Sekardadu. Singkatan dari Sekolah Rawat Daerah Aliran Sungai. Program inovatif yang dilaksanakan Dinas PU Pengairan itu berfokus kepada pelestarian ekosistem sungai.
Tidak heran, kegiatan bertema ”Jagongan Petani Guyub Rukun dengan Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan” itu disambut antusias. Ratusan orang yang memadati kawasan Dam Gembleng bukan hanya berasal dari unsur petani setempat. Ada juga perwakilan induk Himpunan Petani Pemakai Air (HIPPA) dan Gabungan Himpunan Petani Pemakai Air (GHIPPA). Tak ketinggalan, perwakilan dari anggota dan pengurus HIPPA setempat.
”Jumlah yang hadir di sini mencapai 600 orang,” kata Slamet, perwakilan HIPPA setempat.
Pertemuan Zulkifli Hasan dengan ratusan petani dan anggota HIPPA itu bertujuan untuk menyerap berbagai aspirasi. Mulai dari pengelolaan jaringan irigasi, hingga ketersediaan air bagi lahan pertanian.
Menurut Zulhas, kehadirannya di hadapan ratusan petani dan perwakilan HIPPA itu bertujuan untuk mengetahui berbagai upaya dalam mendukung peningkatan produksi pangan di Kabupaten Banyuwangi.
”Bagaimana pupuk aman? Harga gabah bagus ya?” tanya Zulhas kepada ratusan petani dalam pertemuan tersebut.
Selain memanfaatkan waktu kunjungan ke Banyuwangi untuk menyerap aspirasi petani, Zulhas juga menghadiri event Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) 2026 yang diberangkatkan dari Jalan Veteran di utara lapangan Taman Blambangan. Bersama sejumlah pejabat dari pusat, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, dan Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Zulhas menyaksikan parade BEC yang mengangkat tema Perang Bayu: The Great War of Blambangan”. Tema itu mengangkat kisah sejarah dan aksi heroik perlawanan rakyat Bumi Blambangan melawan penjajah kolonial Belanda. (*)













