Kelory Bar, Snack Daun Kelor Tanpa Gula Karya Mahasiswa UMPO Sabet Juara Nasional

MAKLUMAT – Kelory Bar, camilan sehat berbahan dasar daun kelor tanpa tambahan gula karya mahasiswa Universitas Muhammadiyah Ponorogo (UMPO), berhasil meraih Juara 1 Proposal Bisnis Kuliner Kemasan pada ajang Studentpreneur Bootcamp Muhammadiyah Center for Entrepreneurship and Business Incubator (MCeBI) 2026.

Kompetisi tingkat nasional tersebut digelar di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) pada 17–19 Juli 2026 dan diikuti mahasiswa dari berbagai Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah (PTMA) di Indonesia.

Tim UMPO terdiri atas Fitri Sukma Ayu Lestari sebagai ketua, bersama Rahma Wulandari dan Liana, di bawah bimbingan dosen Yusup Arip, S.E., M.M.

Kelory Bar Angkat Potensi Daun Kelor Ponorogo

Kelory Bar dikembangkan sebagai camilan sehat berbahan utama daun kelor yang praktis dikonsumsi dan tidak mengandung tambahan gula. Produk ini lahir dari keinginan tim untuk memanfaatkan melimpahnya tanaman kelor di Ponorogo sekaligus menghadirkan alternatif makanan sehat bagi masyarakat.

Salah satu anggota tim, Liana, mengatakan ide tersebut berawal dari upaya memberdayakan masyarakat melalui pemanfaatan potensi lokal.

“Kami bersepakat memberdayakan masyarakat sekitar dengan melihat potensi daun kelor yang cukup banyak di Ponorogo. Dari situ muncul ide membuat snack sehat sebagai upaya pencegahan diabetes dengan bahan utama daun kelor tanpa tambahan gula. Dari situlah lahir Kelory Bar,” ujarnya.

Baca Juga  Hanif Faisol Nurofiq Ajak Lulusan UMPO Ikut Berkontribusi Bangun Ketahanan Pangan

Menurutnya, Kelory Bar memiliki keunggulan karena mudah dibawa dan dapat dikonsumsi kapan saja, sehingga cocok menjadi pilihan camilan sehat bagi masyarakat dengan mobilitas tinggi.

Raih Pengalaman Berharga

Selain meraih juara, tim UMPO juga memperoleh pengalaman berharga selama mengikuti Studentpreneur Bootcamp MCeBI 2026.

Liana mengaku mendapatkan banyak wawasan tentang dunia kewirausahaan, termasuk motivasi langsung dari Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman.

“Saya mendapatkan banyak ilmu, terutama dari Bapak Menteri Pertanian yang memberikan wejangan agar tidak mudah menyerah ketika mengalami kerugian dalam berbisnis. Selain itu, saya juga mendapatkan teman-teman baru dari berbagai daerah di Indonesia,” katanya.

Ia juga mengajak mahasiswa lain untuk berani mencoba membangun usaha meski pernah mengalami kegagalan.

“Jangan menyerah apabila mengalami kegagalan. Mungkin terlihat buruk di awal, tetapi kita tidak tahu masa depan kalau belum mencoba untuk memulai kembali dari kegagalan itu,” pesannya.

Mendorong Wirausaha Muda Muhammadiyah

Dosen pembimbing tim, Yusup Arip, S.E., M.M., menjelaskan bahwa Studentpreneur Bootcamp MCeBI merupakan program nasional yang bertujuan memperkuat ekosistem kewirausahaan di lingkungan PTMA.

Selama tiga hari, peserta mengikuti berbagai kegiatan, mulai dari pelatihan pengembangan bisnis, seminar kewirausahaan, presentasi proposal, penilaian produk, pembuatan video promosi, hingga wawancara bersama dewan juri.

Baca Juga  Telur Dadar Bayam dan Sup Kelor, Menu Rp21.500 untuk 4 Porsi

Pada hari terakhir, peserta juga memperoleh pendampingan dari Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah mengenai pengembangan rantai pasok serta inkubator bisnis.

“Harapannya, melalui bootcamp ini akan lahir wirausaha muda dari PTMA yang memiliki daya saing tinggi dan mampu mengembangkan usaha secara berkelanjutan,” ujar Yusup.

Bukti Daya Saing Mahasiswa UMPO

Yusup bersyukur inovasi Kelory Bar mampu bersaing dengan puluhan perguruan tinggi Muhammadiyah dari seluruh Indonesia.

“Alhamdulillah, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Ponorogo berhasil meraih Juara 1 Proposal Bisnis Kuliner Kemasan melalui inovasi Kelory Bar. Prestasi ini menjadi bukti bahwa mahasiswa UMPO mampu menghadirkan ide bisnis kreatif berbasis potensi lokal yang memiliki nilai inovasi dan daya saing nasional,” katanya.

Keberhasilan Kelory Bar diharapkan menjadi motivasi bagi mahasiswa UMPO untuk terus mengembangkan inovasi berbasis potensi lokal, sekaligus melahirkan produk yang bernilai ekonomi dan bermanfaat bagi masyarakat.***