Sudaryono Jadi Kepala BGN, Harta Rp69,3 Miliar dan Utang Rp60,4 Miliar Jadi Sorotan

kekayaan sudaryono

MAKLUMAT – Sudaryono menjadi sorotan setelah namanya disebut Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), menyusul pengunduran diri Nanik S. Deyang. Di tengah kabar tersebut, laporan harta kekayaan Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) itu ikut menjadi perhatian publik karena mencatat total aset Rp69,33 miliar dengan utang mencapai Rp60,47 miliar.

“Bapak Presiden Prabowo Subianto memutuskan pengganti Kepala BGN adalah Bapak Sudaryono yang saat ini menjabat sebagai Wakil Menteri Pertanian,” ujar Prasetyo dalam konferensi pers, Rabu (22/7/2026).

Selanjutnya, kata dia, Sudaryono akan dilantik pukul 15.00 WIB sore ini (22/7/2027). Sudaryono juga akan melepas jabatannya sebagai Wamentan.

Di tengah pergantian pimpinan BGN tersebut, publik ikut menyoroti Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) milik Sudaryono.

Berdasarkan data LHKPN, Sudaryono memiliki total aset senilai Rp69.331.192.525. Namun, ia juga melaporkan memiliki utang sebesar Rp60.470.000.000, sehingga nilai kekayaan bersihnya tercatat sekitar Rp8.861.192.525.

Harta terbesar Sudaryono berasal dari kepemilikan tanah dan bangunan dengan nilai mencapai Rp50,29 miliar.

Ia tercatat memiliki 16 bidang tanah dan bangunan yang tersebar di Kota Semarang, Kabupaten Klaten, Kabupaten Jepara, serta sejumlah wilayah di Jabodetabek. Seluruh aset tersebut dilaporkan berasal dari hasil usaha sendiri.

Baca Juga  Kepuasan Publik terhadap Pemerintahan Prabowo Melorot, Saatnya Evaluasi Kabinet

Properti bernilai tertinggi berada di Kota Semarang berupa tanah dan bangunan seluas 2.000 meter persegi dan 200 meter persegi dengan nilai sekitar Rp16 miliar.

Selain itu, ia memiliki aset di Kabupaten Klaten senilai Rp14 miliar dan properti lain di Kota Semarang senilai Rp9 miliar.

Di luar aset properti, Sudaryono juga melaporkan kepemilikan tiga kendaraan dengan total nilai Rp750 juta, terdiri atas dua unit Toyota Fortuner dan satu Toyota Innova.

Sementara itu, nilai harta bergerak lainnya mencapai Rp2,325 miliar, surat berharga Rp7,558 miliar, serta kas dan setara kas sebesar Rp8,404 miliar.

Rincian kekayaan tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar aset Sudaryono masih dibebani kewajiban berupa utang senilai Rp60,47 miliar.

Rincian Harta Sudaryono:

1.Tanah dan bangunan: Rp50.294.000.000

2.Kendaraan: Rp750.000.000

3.Harta bergerak lainnya: Rp2.325.000.000

4.Surat berharga: Rp7.558.000.000

5.Kas dan setara kas: Rp8.404.192.525

-Total aset: Rp69.331.192.525

-Utang: Rp60.470.000.000

-Kekayaan bersih: Rp8.861.192.525