MAKLUMAT — Serikat Usaha Muhammadiyah (SUMU) dijadwalkan bakal menggelar Kopdar SUMU Jawa Barat 2026 pada Ahad, 9 Agustus 2026 mendatang, yang akan dilaksanakan di Hall Evermos Center, Dago, Bandung. Agenda tersebut diharapkan dapat menjadi wadah konsolidasi dan kolaborasi bagi pelaku usaha Muhammadiyah dalam memperkuat ekosistem ekonomi umat.
Bertajuk “Ekosistem Usaha Berkemajuan: Mewujudkan Industrialisasi Indonesia“, kegiatan tersebut merupakan wujud sinergi dan kolaborasi SUMU bersama LP-UMKM Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Barat, dan LP-UMKM PP Muhammadiyah.
Forum ini akan mempertemukan pelaku UMKM, pengusaha, profesional, hingga kader Muhammadiyah untuk membangun jejaring usaha yang saling mendukung di tengah tantangan dunia bisnis yang semakin kompetitif.
Rangkaian kegiatan meliputi konsolidasi ekosistem bisnis Muhammadiyah, pengenalan gerakan SUMU, serta sesi business matching and networking, yang diharapkan membuka peluang kerja sama lintas sektor.

Ketua LP-UMKM PWM Jawa Barat yang juga Koordinator Wilayah SUMU Jawa Barat, Ardi Fajar Gunawan ST mengungkapkan bahwa Jawa Barat memiliki potensi besar dalam melahirkan pelaku usaha yang mampu menjadi penggerak ekonomi umat.
“Kopdar SUMU Jawa Barat merupakan titik temu bagi para pelaku usaha untuk saling mengenal, berbagi pengalaman, dan membangun kolaborasi. Kami ingin menciptakan budaya bisnis yang tidak berjalan sendiri-sendiri, tetapi tumbuh bersama dalam satu ekosistem yang saling mendukung,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua LP-UMKM PP Muhammadiyah, Toni Firmansyah SFarm Apt, menilai pengembangan usaha berbasis jejaring menjadi salah satu kunci dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi warga Muhammadiyah.
“Kekuatan utama Muhammadiyah adalah kolaborasi. Ketika para pelaku usaha saling terkoneksi, peluang berbagi pasar, transfer pengetahuan, hingga investasi akan semakin terbuka. Inilah fondasi yang diperlukan untuk membangun ekonomi umat yang lebih tangguh,” katanya.
Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Barat, Prof Dr H Ahmad Dahlan MAg, menambahkan bahwa penguatan sektor ekonomi merupakan bagian dari misi Muhammadiyah dalam membangun kemandirian masyarakat.
“Muhammadiyah tidak hanya berbicara mengenai pendidikan dan pelayanan sosial, tetapi juga tentang bagaimana membangun kemandirian ekonomi. Pengusaha yang kuat akan menjadi penopang lahirnya berbagai amal usaha yang semakin bermanfaat bagi umat dan bangsa,” ujarnya.
Sekretaris Jenderal SUMU, Ghufron Mustaqim SIP MPA, menjelaskan tema industrialisasi yang diangkat dalam kegiatan tersebut bertujuan mendorong pelaku UMKM untuk meningkatkan daya saing melalui penguatan standar produksi, rantai pasok, pemanfaatan teknologi, dan kolaborasi.
“Industrialisasi bukan hanya milik perusahaan besar. UMKM juga harus mampu membangun standar produksi, memperkuat rantai pasok, memanfaatkan teknologi, dan berkolaborasi agar memiliki daya saing yang lebih tinggi. SUMU hadir sebagai penghubung berbagai potensi tersebut,” jelasnya.
Senada dengan itu, Koordinator Nasional Serikat Imers Muhammadiyah, Ilham Taufiq SSi, menilai transformasi digital menjadi faktor penting dalam pengembangan usaha di era saat ini.
“Pengusaha Muhammadiyah perlu memanfaatkan teknologi sebagai akselerator pertumbuhan bisnis. Dengan jejaring yang kuat dan kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan digital, kita dapat menciptakan usaha yang lebih inovatif dan berdaya saing hingga tingkat global,” tuturnya.
SUMU berharap melalui Kopdar tersebut akan semakin banyak pelaku usaha Muhammadiyah yang bergabung dalam penguatan ekosistem ekonomi berkemajuan. Kegiatan ini diharapkan menjadi awal lahirnya berbagai kolaborasi strategis, kemitraan bisnis, dan inovasi yang mendukung pengembangan usaha sekaligus berkontribusi terhadap industrialisasi Indonesia yang inklusif, mandiri, dan berkeadilan.
Bagi masyarakat yang ingin mengikuti kegiatan tersebut, pendaftaran dapat dilakukan melalui WhatsApp di wa.me/6285189897893?text=Daftar%20Kopdar%20Jabar.***
*) Penulis: Soleh














