Prof Sasmito: Ramah Disabilitas adalah Bagian Akhlak Tapak Suci dalam Membangun Peradaban

Prof Sasmito (tengah) bersama para kader muda Tapak Suci Putera Muhammadiyah. (Foto: Agus/ IST)

MAKLUMAT — Ketua Pimpinan Wilayah Tapak Suci Putera Muhammadiyah Jawa Timur, Prof Dr Ir M Sasmito Djati MS IPU ASEAN Eng PUa, menegaskan bahwa sikap ramah terhadap penyandang disabilitas adalah bagian dari akhlak dasar Tapak Suci.

Menurut Prof Sasmito, inklusivitas bukan hanya program, melainkan cerminan nilai perguruan. Dengan membuka ruang bagi semua kalangan, termasuk penyandang disabilitas, Tapak Suci ingin ikut membangun peradaban yang berperikemanusiaan dan berkeadilan.

“Tapak Suci hadir untuk semua. Ramah disabilitas adalah wujud akhlak kami dalam membangun peradaban,” ujarnya saat menghadiri Milad Tapak Suci ke-63 Cabang Asembagus, Situbondo, beberapa waktu lalu, sebagaimana dikutip pada Jumat (7/8/2026).

Hal senada disampaikan pelatih Pencak Silat Tapak Suci Disabilitas, Sila Arwin Prasetya. Didampingi pelatih Gusti Fajar Ariyanto, sosok yang akrab disapa Barep itu menandaskan bahwa Tapak Suci harus menjadi rumah bersama bagi siapa saja.

“Buat kami, latihan itu bukan cuma soal fisik. Kami juga melatih hati. Semua berhak punya kesempatan yang sama untuk maju dan berprestasi. Keterbatasan bukan penghalang kalau niatnya tulus,” ungkap Barep, yang saat ini menjadi guru Tapak Suci di SLB Muhammadiyah Tunas Bangsa Asembagus.

Baca Juga  Raih Gelar Doktor Ilmu Keolahragaan Berkat Temuan BEX-TI, Siapa Nur Subekti?

Menurutnya, semangat pembinaan yang inklusif tersebut sejalan dengan visi kepemimpinan Prof Sasmito sebagai Ketua Pimpinan Wilayah Tapak Suci Jawa Timur. “Ini cara kami belajar berakhlak dan menghargai perbedaan. Karena dari situlah peradaban dimulai,” tandas Barep.

Tak lupa, ia juga menyampaikan ucapan selamat Milad ke-63 Tapak Suci yang diperingati setiap 31 Juli, serta mengucapkan selamat Muktamar ke-16 Tapak Suci Putera Muhammadiyah yang berlangsung pada 6-9 Agustus 2026 ini di Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) Jawa Tengah.***

*) Penulis: Agus Ariyanto