Kajian PCA Tikung Kupas Tuntas Persoalan Kesehatan Bersama dr Anisa, Peserta Antusias Konsultasi

Kajian bulanan Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Tikung di Masjid Al Ihsan Tikung, Ahad (9/8/2026), berlangsung interaktif dengan antusiasme tinggi yang ditunjukkan para peserta ketika sesi tanya jawab setelah penyampaian materi kesehatan, terutama mengenai hipertensi. (Foto: Dok. Panitia)

MAKLUMAT — Kajian bulanan Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Tikung di Masjid Al Ihsan Tikung, Ahad (9/8/2026), berlangsung interaktif dengan antusiasme tinggi yang ditunjukkan para peserta ketika sesi tanya jawab setelah penyampaian materi kesehatan, terutama mengenai hipertensi.

Sesi tersebut memberikan kesempatan kepada peserta untuk menyampaikan berbagai pertanyaan seputar kesehatan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Pembahasan mencakup persoalan alergi, tekanan darah, penggunaan obat antihipertensi, hingga pola makan bagi penderita hipertensi.

Salah satu peserta, Ibu Mias, menanyakan apakah alergi merupakan kondisi yang bersifat genetik.

Menanggapi pertanyaan tersebut, dr Anisa Wahyuniarti yang merupakan dokter umum di Rumah Sakit Muhammadiyah Kalikapas Lamongan (RSMKL), menjelaskan bahwa alergi dapat memiliki faktor genetik atau keturunan.

Seseorang, kata dia, dapat memiliki kecenderungan mengalami alergi apabila terdapat riwayat alergi dalam keluarga. Meski demikian, faktor lingkungan dan paparan terhadap pemicu tertentu juga dapat berperan.

Pertanyaan berikutnya disampaikan Rahmawati, mengenai hubungan antara tekanan darah dan usia. Ia menanyakan apakah terdapat perbedaan tekanan darah berdasarkan kelompok umur.

dr Anisa menjelaskan bahwa tekanan darah perlu dipantau dan dikendalikan pada setiap usia. Untuk membantu mempertahankan tekanan darah tetap stabil, masyarakat dianjurkan menerapkan pola hidup sehat, terutama dengan melakukan aktivitas fisik secara rutin serta mengonsumsi makanan bergizi dan seimbang.

Baca Juga  Resmikan RS Mitra Keluarga di Pagerwojo, Bupati Subandi: Tingkatkan Mutu Pelayanan Kesehatan Masyarakat

Lupa Minum Obat, Bolehkah Diminum Dobel?

Pertanyaan lain berkaitan dengan penggunaan obat hipertensi. Salah seorang peserta yang mengonsumsi candesartan dan amlodipine menanyakan langkah yang harus dilakukan ketika lupa mengonsumsi obat.

dr Anisa mengingatkan agar obat yang terlupa tidak langsung digandakan atau diminum dobel secara sembarangan. Penggunaan obat harus mengikuti aturan yang diberikan dokter atau apoteker.

Jika ragu mengenai dosis yang perlu dikonsumsi setelah lupa minum obat, pasien dianjurkan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan. Kepatuhan terhadap jadwal konsumsi obat menjadi salah satu bagian dalam menjaga tekanan darah tetap terkontrol.

Garam Himalaya dan Hipertensi

Tak cuma itu, salah seorang peserta juga menanyakan apakah penderita hipertensi dapat menggunakan garam Himalaya sebagai pengganti garam biasa.

dr Anisa menjelaskan bahwa dalam pengendalian hipertensi, hal yang perlu diperhatikan adalah jumlah asupan natrium secara keseluruhan. Garam Himalaya tetap mengandung natrium sehingga penggunaannya juga perlu dibatasi.

Dengan demikian, mengganti garam biasa dengan garam Himalaya bukan berarti penderita hipertensi dapat mengonsumsinya secara bebas. Pembatasan asupan garam tetap perlu disertai dengan penerapan pola makan yang sehat dan seimbang.

Beragam pertanyaan yang muncul menunjukkan persoalan kesehatan yang dibahas berkaitan dengan kondisi yang banyak ditemui dalam kehidupan sehari-hari.

Baca Juga  Waspada ISPA: Kenali Gejala, Cara Merawat, dan Langkah Pencegahannya

Melalui kajian bulanan tersebut, PCA Tikung tidak hanya menghadirkan ruang untuk menambah wawasan keagamaan, tetapi juga memberikan edukasi kesehatan kepada peserta.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan aktivitas yang menyentuh kebutuhan masyarakat, sejalan dengan semangat mencerahkan, menggerakkan, dan menggembirakan.***

*) Penulis: Novita Dwi Nur Hidayah / Halim