Pelindo Marine Service Kerahkan Tiga Kapal Tunda Dukung Pengembangan BMTH

MAKLUMAT – Pelindo Marine Service atau Pelindo Marine mengerahkan tiga kapal tunda sekaligus untuk memindahkan floating regasification unit (FRU) dan floating storage regasification unit (FSRU) dari area Bali Cruise Ship Terminal (BCST) Benoa menuju Area Pengembangan 2 (AP2), pada Senin, 10 Agustus 2026.

Pemindahan ini untuk mendukung ketahanan energi di kawasan Bali Maritime Tourism Hub (BMTH), sebagai kawasan pariwisata berskala global.

Direktur Komersial, Operasi dan Teknik PT Pelindo Marine Service, Elvin Syah Putra, mengatakan bahwa pihaknya mengerahkan tiga kapal tunda sekaligus. Ketiganya adalah kapal tunda (KT) Jayanegara 303, KT Bima 324, dan KT Bima 315.

“Ketiga kapal tunda menjadi bagian penting dalam proses relokasi FSRU dan FRU, yang merupakan ‘lumbung energi’ di Bali. Relokasi ini juga melibatkan Pelindo Group sebagai bagian dari sinergi,” ujar Elvin, Kamis 13 Agustus 2026.

Fungsi dan Tugas FRU-FSRU

FRU dan FRSU merupakan fasilitas terapung untuk menampung dan menyalurkan gas untuk pembangkitan. Keduanya memiliki tugas yang berbeda.

Jika FRU berfungsi mengubah (regasifikasi) liquid natural gas LNG menjadi cairan gas alam. Sedangkan FSRU menggabungkan dua fungsi sekaligus dalam satu kapal atau fasilitas terapung. Yakni, tempat penyimpanan LNG sekaligus tempat pengubahan menjadi gas.

Baca Juga  TPK Bitung dan Upaya Mengejar Performa Pascainsiden RTG

Relokasi ini juga mendapat respons positif dari Sub Regional Head Sub Regional Bali Nusra Regional 3 Pelindo, Fariz Hariyoso. Menurutnya, pemindahan ini bagian dari komitmen Pelindo Group dalam mendukung penataan kawasan BMTH sebagai destinasi wisata maritim kelas dunia.

“Dua fasilitas ini mendukung pengembangan BMTH tanpa mengganggu keandalan pasokan listrik di Bali. Terus terang, pengembangan pariwisata dan energi harus berjalan berdampingan untuk memberikan manfaat ekonomi,” ujar Fariz.

Ia menambahkan pariwisata tidak bisa lepas dari kebutuhan infrastruktur energi. Bgitu juga sebaliknya, infrastruktur tanpa pariwisata akan sia-sia. “Itu sebabnya, keduanya akan saling terkait dan saling menguatkan,” tegasnya.

Sinergi Antarentitas BUMN

Di kesempatan terpisah, Direktur Utama PT Pelindo Energi Logistik (PEL), Jeffry Y. Priastono, menjelaskan bahwa FRU Lumbung Dewata merupakan infrastruktur strategis yang berperan penting dalam menjaga pasokan energi di Bali

Menurutnya, fasilitas ini memiliki kapasitas regasifikasi 41 MMSCFD (million metric standard cubic feet per day), serta menyuplai gas bagi pembangkit listrik PLN di Bali.

“FRU Lumbung Dewata merupakan bagian penting dari rantai pasok energi di Bali. Relokasi ini memastikan fasilitas tetap beroperasi optimal sekaligus mendukung pengembangan kawasan Benoa sebagai pusat pariwisata maritim modern,” ujarnya.

Baca Juga  Yuk, Intip Sinergi Transportasi Pelindo dan KAI di Jakarta

Relokasi FRU dan FSRU ini menunjukkan komitmen Pelindo Proup bersama PLN Group mendukung pengembangan BMTH sebagai kawasan wisata berstandar global. Di dalam Pelindo Group terdapat Pelindo Marine, Pelindo Energi Logistik, dan Sub Regional Bali Nusra Regional 3 Pelindo.