Amien Rais Kritik Prabowo: SDA Indonesia Terus Diangkut ke Luar Negeri

amien rais

MAKLUMAT — Ketua Majelis Syuro Partai Ummat Amien Rais mengkritik keras pengelolaan sumber daya alam (SDA) Indonesia. Ia menilai kekayaan alam Indonesia masih terus dieksploitasi dan dibawa ke luar negeri, sementara pemerintah dinilai belum cukup tegas mengendalikan persoalan tersebut.

Amien menyampaikan kritik itu melalui video yang diunggah di kanal YouTube Amien Rais Official dan dikutip, Selasa (18/8/2026).

“ Pengangkutan SDA Indonesia ke luar negeri berlangsung terus-menerus. Sumber daya alam kita itu diangkut ke luar negeri siang, malam, sore, pagi, tiap hari,” ujar Amien.

Menurutnya, persoalan tersebut tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah pusat. Pemerintah daerah juga memiliki peran karena kepala daerah memiliki kewenangan dalam mengelola wilayah dan sumber daya di daerahnya.

Amien bahkan menyebut gubernur, bupati, wali kota hingga presiden mengetahui persoalan tersebut, tetapi belum mengambil tindakan yang menurutnya memadai.

“Gubernurnya, bupatinya, walikotanya, dan presidennya memang hanya thingak-thinguk,” katanya.

Istilah thingak-thinguk digunakan Amien untuk menggambarkan sikap hanya melihat atau mengetahui persoalan tanpa melakukan langkah yang dianggap cukup untuk menyelesaikannya.

Kritik tersebut tidak berhenti pada tata kelola SDA. Amien menghubungkannya dengan makna kemerdekaan Indonesia yang kini memasuki usia 81 tahun.

Baca Juga  Presiden Prabowo Akan Ambil Alih Penanganan Sengketa Empat Pulau Aceh dan Sumut

Ia mempertanyakan apakah kemerdekaan Indonesia telah diikuti kedaulatan penuh rakyat atas sumber daya strategis yang berada di wilayah Indonesia.

“Kita sudah merdeka 81 tahun, tapi kita tetap belum berdaulat,” tegasnya.

Amien menilai kemerdekaan tidak cukup dimaknai sebagai terbebas dari penjajahan. Negara juga harus memiliki kemampuan menentukan sendiri arah kebijakan ekonomi dan mengendalikan sumber daya strategis demi kepentingan rakyat.

Ia kemudian menyoroti pengaruh kelompok ekonomi dan politik yang disebutnya sebagai oligarki dan mafia. Kelompok berkekuatan ekonomi dan politik dapat memengaruhi proses pengambilan keputusan serta arah pengelolaan kekayaan alam nasional.

Karena itu, Amien mempertanyakan sejauh mana pemerintah mampu memastikan kepentingan rakyat menjadi prioritas jika kebijakan negara masih dipengaruhi kepentingan kelompok tertentu.

SDA dan Ujian Kedaulatan

Kritik Amien Rais membawa isu pengelolaan SDA ke pertanyaan yang lebih mendasar: siapa yang paling menikmati kekayaan alam Indonesia?

Secara konstitusional, pengelolaan kekayaan alam memang berkaitan langsung dengan kepentingan masyarakat. Karena itu, kritik mengenai ekspor SDA, pengawasan eksploitasi, hingga dugaan dominasi kepentingan kelompok tertentu perlu dijawab pemerintah dengan kebijakan dan data yang transparan.

Momentum HUT ke-81 RI juga menjadi ruang evaluasi. Kemerdekaan tidak hanya diukur dari usia republik, tetapi juga dari kemampuan negara memastikan kekayaan alam memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat.

Baca Juga  Sah, PKB Merapat ke Pemerintahan Prabowo-Gibran

Di titik inilah kritik Amien menjadi relevan untuk diuji: apakah Indonesia sudah benar-benar berdaulat atas sumber daya alamnya, atau masih menjadi pemasok kekayaan alam bagi kepentingan di luar negeri?