MPKS PWM Jatim Gelar Bimtek Monev untuk Perkuat Tata Kelola AUMSos

aumsos

MAKLUMAT — Majelis Pembinaan Kesejahteraan Sosial (MPKS) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Monitoring dan Evaluasi (Monev) bagi Majelis Pembinaan Kesejahteraan Sosial Pimpinan Daerah Muhammadiyah (MPKS PDM) dan pengelola Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA), Sabtu (29/8/2026).

Kegiatan berlangsung di SMAMDA Tower Surabaya dan diikuti sekitar 60 peserta dari delapan daerah, yakni Kota Surabaya, Kabupaten Mojokerto, Jombang, Sidoarjo, Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep.

Bimtek mengangkat tema Sinergi Evaluasi dan Pembinaan: Mengintegrasikan Ideologi Muhammadiyah dalam Sistem Manajemen AUMSos. Melalui tema tersebut, MPKS PWM Jawa Timur menempatkan monitoring dan evaluasi sebagai bagian dari pembinaan kelembagaan, bukan sekadar kegiatan administratif untuk mengukur capaian.

Proses tersebut diarahkan untuk membantu Amal Usaha Muhammadiyah Bidang Sosial (AUMSos) memperbaiki pengelolaan sekaligus menjaga nilai dan misi dakwah Muhammadiyah.

Kegiatan dibuka Ketua MPKS PWM Jawa Timur, M. Himawan Sutanto. Pria yang juga adalah Dosen FISIP UMM itu menekankan pentingnya tata kelola AUMSos yang profesional, terukur, transparan, dan berkelanjutan. Menurutnya, penguatan kelembagaan menjadi salah satu dasar untuk meningkatkan kualitas pelayanan sosial Muhammadiyah.

“Bimtek ini bukan sekadar untuk menilai apakah sebuah lembaga sudah memenuhi standar atau belum. Lebih dari itu, monev harus menjadi instrumen pembinaan, perbaikan, dan penguatan kelembagaan agar AUMSos semakin profesional dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.

Baca Juga  Pembinaan Kepala dan Kaur LKSA Muhammadiyah Tambaksari: Momentum Muhasabah dan Naik Kelas

Himawan juga mengingatkan agar peningkatan profesionalitas tidak membuat AUMSos kehilangan identitas Muhammadiyah. Sistem manajemen, menurutnya, perlu menghubungkan tata kelola kelembagaan dengan nilai Al Islam dan Kemuhammadiyahan serta semangat pelayanan sosial sebagai bagian dari dakwah.

“Jangan sampai kita memiliki lembaga yang secara administratif baik, tetapi kehilangan ruh Muhammadiyah. Sebaliknya, semangat ideologis juga harus diwujudkan dalam sistem manajemen yang profesional. Di sinilah pentingnya sinergi evaluasi dan pembinaan,” tegas Himawan.

Dalam kegiatan tersebut, Fadli Yulianto, memberikan pemaparan mengenai instrumen monitoring dan evaluasi AUMSos. Materi tersebut membekali peserta dengan pemahaman dan keterampilan untuk menggunakan instrumen monev dalam memetakan kondisi lembaga, menemukan kekuatan dan kelemahan, serta menyusun langkah perbaikan.

Instrumen monev mencakup enam aspek pengelolaan AUMSos. Aspek tersebut meliputi legalitas dan manajemen kelembagaan, program dan standar pelayanan, sumber daya manusia, sarana dan prasarana, keuangan, serta Al Islam dan Kemuhammadiyahan. Setiap aspek digunakan untuk melihat kondisi lembaga secara lebih terukur.

Pengenalan instrumen tersebut menjadi bagian dari upaya MPKS PWM Jawa Timur membangun sistem monitoring dan evaluasi yang lebih terstruktur. Hasil evaluasi diharapkan tidak berhenti pada pencatatan persoalan, tetapi dapat digunakan untuk menyusun rekomendasi pembinaan yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing lembaga.

Baca Juga  MPKS PWM Jatim Gelar Upgrading Pimpinan, Penguatan Kepemimpinan Sosial dan Organisasi

Melalui Bimtek ini, MPKS PDM dan pengelola LKSA juga didorong untuk membangun kebiasaan melakukan evaluasi secara terbuka dan objektif. Pemahaman terhadap indikator kelembagaan diharapkan membantu pengelola melihat bagian yang perlu diperbaiki dalam pengelolaan AUMSos.

Kegiatan tersebut sekaligus mempertemukan MPKS PWM, MPKS PDM, dan pengelola AUMSos untuk memperkuat koordinasi pembinaan di tingkat daerah. Hasil monitoring dan evaluasi nantinya dapat menjadi bahan dalam penyusunan program pembinaan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, penguatan tata kelola, dan perbaikan mutu pelayanan sosial.

MPKS PWM Jawa Timur menempatkan kegiatan ini sebagai bagian dari upaya pengembangan AUMSos agar mampu menghadapi kebutuhan pelayanan sosial yang terus berkembang. Pembinaan kelembagaan diarahkan berjalan secara berkelanjutan dengan tetap memperhatikan identitas Muhammadiyah.

“Profesional dalam tata kelola, kuat dalam ideologi, dan nyata dalam pelayanan menjadi arah penting pengembangan AUMSos Muhammadiyah. Melalui sinergi evaluasi dan pembinaan, MPKS PWM Jawa Timur berharap seluruh lembaga sosial Muhammadiyah semakin mampu menghadirkan pelayanan yang bermutu, akuntabel, berkemajuan, dan berpihak pada kemaslahatan masyarakat,” jelasnya.

 

*) Penulis: M Habib Muzaki