Siapkan Anak Muda di Kepengurusan Demokrat Jatim 2026-2031, Emil Dardak Sebut Nama Sri Wahyuni

MAKLUMAT – Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Timur terpilih, Emil Elestianto Dardak, memberi sinyal akan melibatkan kader muda dalam kepengurusan Demokrat Jatim periode 2026-2031.

Emil menegaskan, penyusunan kepengurusan tidak akan didasarkan pada batasan usia. Kader senior dan anak muda akan dipadukan untuk memperkuat organisasi serta menghadapi agenda politik lima tahun ke depan.

Dalam konteks regenerasi tersebut, Emil menyebut sejumlah nama kader dari berbagai generasi, termasuk Wakil Ketua DPRD Jatim Sri Wahyuni dan Ketua Fraksi Demokrat DPRD Jatim dr Agung Mulyono.

“Di antaranya ada yang sangat senior tetapi masih sangat bersemangat seperti Pak Rasiyo, ada anak muda seperti Mas Naufal, ada Mbak Sri Wahyuni yang di tengah-tengah relatif masih muda juga. Dr Agung enggak akan pernah mau dibilang tua,” kata Emil, dikutip Rabu (2/9/2026).

Menurut Emil, pengalaman kader senior tetap dibutuhkan, sementara energi dan gagasan kader muda menjadi bagian penting dalam membangun Demokrat Jatim.

“Kita pada intinya ingin kader-kader yang loyal dan penuh semangat. Jadi kita tidak ingin terlalu membeda-bedakan untuk generasi. Kader-kader kita ini mewakili berbagai generasi,” ujarnya.

Emil menyampaikan hal itu setelah kembali terpilih secara aklamasi sebagai Ketua DPD Partai Demokrat Jatim periode 2026-2031 dalam Musda VII Demokrat Jatim di Surabaya, Sabtu (29/8/2026).

Baca Juga  113 Tahun Bekhidmat Tanpa Henti: Muhammadiyah, dari Pendidikan hingga Kesejahteraan, Membentuk Bangsa yang Lebih Baik

Sebagai ketua terpilih sekaligus ketua formatur, Emil kini bertugas menyusun struktur kepengurusan Demokrat Jatim untuk lima tahun mendatang.

Ia memastikan tidak ada istilah terlalu muda atau terlalu senior bagi kader yang dinilai mampu mengisi posisi strategis di partai.

“Tidak akan pernah ada kata terlalu muda untuk seorang kader mendapat tempat strategis di Partai Demokrat,” tegas Emil.

Nama Sri Wahyuni yang disebut Emil menjadi salah satu sinyal bahwa kader lintas generasi berpeluang masuk dalam struktur baru Demokrat Jatim.

Sementara itu, dr Agung Mulyono disebut sebagai contoh kader yang memiliki pengalaman panjang di legislatif. Ia telah menjadi anggota DPRD Jatim sejak periode 2014-2019 dan kini dipercaya memimpin Fraksi Demokrat DPRD Jatim.

Selain menata kepengurusan, Emil menargetkan Demokrat Jatim meningkatkan perolehan kursi legislatif pada Pemilu mendatang, termasuk memperbesar peluang kader untuk duduk di DPR RI.

Menurutnya, seluruh daerah pemilihan (dapil) di Jawa Timur harus menjadi basis perjuangan Demokrat.

“Jadi tinggal dihitung saja berapa jumlah dapil yang ada di Jawa Timur. Kita akan bekerja keras,” katanya.

Emil juga mengingatkan kader legislatif Demokrat untuk menunjukkan hasil kerja nyata kepada masyarakat. Menurutnya, kinerja kader di DPRD menjadi modal penting untuk memperkuat kepercayaan publik.

Baca Juga  Sound Horeg "Melawan" Fatwa MUI Jawa Timur: Pasang LED dengan Logo Halal Saat Pentas

“Yang RI-nya belum ada tapi sudah ada Dewan Provinsi di sana, maka Dewan Provinsi itu harus menjadi sebuah wujud bukti,” ujarnya.