Beasiswa Cinta Bergema Jember Masuk Tahap Wawancara, Bupati Fawait Minta Seleksi Transparan

beasiswa cinta bergema

MAKLUMAT – Seleksi Beasiswa Cinta Bergema memasuki tahap wawancara.Bupati Jember Muhammad Fawait meminta Dinas Pendidikan segera mengumumkan seluruh tahapan seleksi kepada mahasiswa.

”Ini harus transparan dan harus segera diumumkan kepada adik-adik mahasiswa agar informasi segera tersampaikan,” tegasnya.

Tahap wawancara Beasiswa Cinta Bergema dijadwalkan mulai 7 September 2026. Pemerintah Kabupaten Jember menyiapkan wawancara bagi 7.566 mahasiswa yang lolos verifikasi.

Plt Kepala Dinas Pendidikan Jember Nurul Hafid Yasin mengatakan, jumlah pendaftar Beasiswa Cinta Bergema 2026 mencapai 11.469 mahasiswa. Sebanyak 7.832 pendaftar masuk tahap verifikasi. Kemudian, 7.566 mahasiswa dinyatakan melanjutkan ke wawancara.

Wawancara akan berlangsung di Aula Dinas Pendidikan Jember. Peserta diminta membawa dokumen yang sebelumnya diunggah melalui sistem pendaftaran beserta bukti pendaftaran.

Fawait menilai keterbukaan informasi penting agar mahasiswa mengetahui jadwal, persyaratan, dan mekanisme seleksi. Pemerintah daerah juga dituntut memastikan proses seleksi dapat dipertanggungjawabkan.

Jumlah peserta yang mencapai ribuan membuat transparansi menjadi persoalan penting. Pemerintah bukan hanya perlu mengumumkan jadwal wawancara, tetapi juga memastikan mekanisme penilaian dan penetapan penerima dapat dipahami peserta.

Dari 7.566 mahasiswa yang lolos, 2.833 berada dalam kategori Beasiswa Afirmasi Ekonomi. Kemudian, sebanyak 1.433 mahasiswa masuk kategori Beasiswa Prestasi, 1.348 Santri Pondok Pesantren dan Hafiz Qur’an, serta 1.259 Beasiswa Khusus. Sisanya terdiri atas kategori Guru dan Perangkat Daerah/Desa serta Beasiswa Kompetisi.

Baca Juga  Gamal Albinsaid Terima PCM Lowokwaru Malang, Bahas Akses Pendidikan untuk Anak Dhuafa

Tahapan ini menjadi penentu bagi ribuan mahasiswa yang berharap memperoleh bantuan pendidikan dari pemerintah daerah. Di sisi lain, pernyataan Fawait mengenai transparansi menjadi komitmen yang perlu dibuktikan dalam pelaksanaan seleksi hingga penetapan penerima.

Dengan wawancara dimulai pada 7 September, Pemkab Jember kini menghadapi pekerjaan berikutnya: memastikan janji transparansi tidak berhenti sebagai pernyataan, tetapi terlihat dalam seluruh proses seleksi. (*)