Abu Anak Krakatau Masuk Jakarta, Bandara Soekarno-Hatta Ditutup, 33 Penerbangan Terdampak

Abu Anak Krakatau Masuk Jakarta

MAKLUMAT — Abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau terpantau mencapai sebagian wilayah DKI Jakarta pada Ahad (6/9/2026). Sebaran material vulkanik tersebut turut berdampak pada penutupan operasional Bandara Soekarno-Hatta.

Erupsi terbaru Anak Krakatau terjadi pada Ahad pukul 03.53 WIB. Berdasarkan laporan MAGMA Indonesia, tinggi kolom erupsi tidak teramati dan aktivitas masih berlangsung saat laporan dibuat.

Abu Vulkanik Masuk Jakarta

Analisis BMKG Lampung pada Ahad pukul 06.00 WIB berdasarkan data PVMBG, VAAC Darwin, dan citra Himawari-9 menunjukkan dua klaster sebaran abu Anak Krakatau.

Klaster pertama terpantau dari permukaan hingga ketinggian 20.000 kaki dan bergerak menuju timur laut hingga selatan. Sebarannya mencakup sebagian DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, serta perairan di sekitarnya.

Klaster kedua mencapai ketinggian hingga 50.000 kaki dan bergerak ke arah barat daya hingga barat laut. Sebaran mencakup sebagian Banten, Lampung, Bengkulu, Sumatera Barat, Selat Sunda bagian selatan, serta perairan Samudra Hindia di sebelah barat Bengkulu, Lampung, dan Banten.

BMKG mengimbau masyarakat di wilayah yang terkena sebaran abu Anak Krakatau meningkatkan kewaspadaan, melindungi mata, menggunakan masker, dan mengurangi aktivitas di luar ruangan.

Baca Juga  BPKN Kritik Manajemen Bank DKI Soal Gangguan Sistem: Pastikan Tidak Ada Dana Konsumen yang Hilang

Soekarno-Hatta Sempat Ditutup

Kementerian Perhubungan menerbitkan NOTAM A3341/26 yang menetapkan penutupan sementara Bandara Soekarno-Hatta pada 01.30–05.30 WIB. Bahkan menurut akun Instagram Bandara Soekarno-Hatta, penutupan diperpanjang hingga Ahad pukul 09.30.

“Sehubungan dengan meningkatnya aktivitas Erupsi Gunung Anak Krakatau, Bandara Internasional Soekarno-Hatta melakukan penghentian operasional penerbangan pada pukul 05.30 sd 09.30 WIB,” tulis otoritas Bandara Soetta melalui akun Instagramnya, Ahad (6/9).
“Kami mengimbau seluruh pengguna jasa bandara untuk mengecek kembali status dan jadwal penerbangannya melalui kanal resmi maskapai. Untuk informasi kebandarudaraan silakan menghubungi Contact Center InJourney Airports 172,” lanjutnya.
Sebelumnya, paper test Volcanic Ash (VA) pada pukul 00.35–01.05 WIB menunjukkan indikasi abu vulkanik di sekitar bandara.

Kemenhub memantau perkembangan sebaran material vulkanik dan dampaknya terhadap rotasi pesawat, ketersediaan armada, jadwal penerbangan berikutnya, serta kapasitas terminal.

33 Penerbangan Terdampak

Berdasarkan pemantauan Kemenhub hingga Sabtu (5/9) pukul 22.00 WIB seperti dilansir Antara, sebanyak 33 penerbangan terdampak. Untuk penerbangan internasional, tercatat 16 pembatalan, 7 keterlambatan, dan 5 penjadwalan ulang. Rute yang terdampak antara lain Singapura, Hong Kong, Sydney, Seoul, Doha, Amsterdam, dan Kuala Lumpur.

Sementara penerbangan domestik mencatat 4 pembatalan dan 1 pengalihan penerbangan, antara lain pada rute Tanjungkarang, Denpasar, dan Surabaya.

Baca Juga  Pemutihan Pajak Kendaraan Juli-Desember 2026 Masih Berlaku, Cek Daftarnya

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Lukman F. Laisa mengatakan, keselamatan penerbangan menjadi prioritas. Kemenhub terus berkoordinasi dengan BMKG, AirNav Indonesia, pengelola bandara, dan maskapai untuk menyesuaikan operasional berdasarkan perkembangan situasi.

MAGMA Indonesia merekomendasikan masyarakat, wisatawan, dan pengunjung tidak mendekati Gunung Anak Krakatau atau melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif.***