MAKLUMAT — Menjadi mahasiswa keperawatan tidak membuat M. Idris Falakhuddin hanya berkutat dengan ruang kuliah dan praktik. Sejak masuk Universitas STRADA Indonesia (USI) pada 2023, ia justru banyak menemukan ruang belajar lain melalui organisasi, kaderisasi, diskusi, dan kegiatan menulis.
Kini, mahasiswa kelahiran Nganjuk, 2005, itu mendapat ruang yang lebih besar. Idris terpilih sebagai Presiden Mahasiswa Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas STRADA Indonesia periode 2026/2027. Ia berpasangan dengan Lutfi Diah Ayu M.
Komisi Pemilihan Umum Mahasiswa Universitas STRADA Indonesia (KPUM USI) menetapkan pasangan nomor urut 1 tersebut setelah pemungutan dan penghitungan suara pada Senin (28/9/2026). Idris-Lutfi memperoleh 297 suara, bersaing ketat dengan pasangan lainnya yang mendapatkan 223 suara.
Bagi Idris, amanah ini harus diisi dengan pekerjaan besar yang sejak awal sudah ia godok dengan wakilnya: bagaimana membuat BEM menjadi ruang yang konsisten menggerakkan mahasiswa. Ia tidak ingin organisasi mahasiswa berhenti pada pergantian kepengurusan dan agenda rutin.
“Harapannya itu bagaimana BEM Strada ini mampu menggerakkan mahasiswa untuk menciptakan sebuah nilai. Karena perguruan tinggi itu kan ada pendidikan, penelitian, dan pengabdian,” kata Idris kepada wartawan Maklumat.id, Kamis (1/10/2026).
Kalimat itu menjadi pintu masuk bagi gagasan yang mereka bawa. Idris ingin aktivitas BEM lebih dekat dengan proses belajar mahasiswa. Karena itu, ia membayangkan adanya mentoring dan pelatihan yang bisa membantu mahasiswa mengasah kemampuan mereka, terutama dalam jurnalistik, penulisan, dan berbagai skill lainnya.
Ia percaya kemampuan tersebut perlu dibangun melalui ruang yang memungkinkan mahasiswa mencoba. Dari sana, menurutnya, mahasiswa dapat menemukan bentuk karya yang sesuai dengan minat mereka.
“Nanti kita akan mengadakan mentoring-mentoring. Ada pelatihan jurnalistik, pelatihan penulisan, pelatihan kepemimpinan, dan sebagainya. Dari situ nanti terbentuk karakter yang bisa membuat ruang baru bagi mahasiswa untuk kreatif,” ujarnya.
Salah satu ruang yang ingin ia bangun bernama StradaID. Idris membayangkannya sebagai sebuah website yang dikelola untuk menampung informasi dari lingkungan kampus. Mahasiswa nantinya dapat menemukan berita, opini, dan aspirasi dalam satu media.
Gagasan tersebut lahir dari kegelisahannya terhadap belum adanya ruang digital yang secara khusus mengelola informasi mahasiswa USI. Bagi Idris, mahasiswa perlu memiliki tempat untuk menyampaikan apa yang mereka pikirkan dan alami di kampus.
“StradaID itu nanti website untuk mengelola informasi apa saja yang ada di kampus. Ada opini, ada berita, dan masih banyak lagi. Jadi mahasiswa punya ruang untuk menyampaikan apa yang mereka pikirkan,” jelasnya.
Selain StradaID, Idris membawa program MBG atau Membaca Buku Gratis. Program ini berangkat dari kegemarannya pada aktivitas literasi. Ia ingin membaca menjadi bagian dari kehidupan mahasiswa dan dari kebiasaan itu tumbuh keberanian untuk menulis.
Idris sendiri sudah cukup lama bersentuhan dengan dunia tersebut. Ia tercatat sebagai penulis dan jurnalis lepas di sejumlah media. Di Kediri, ia ikut menginisiasi komunitas Kawal Kediri melalui aktivitasnya bersama Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik (LHKP) PDM Kota Kediri.
Komunitas itu menjadi ruang diskusi sekaligus tempat belajar menulis bagi anak muda yang ingin mengangkat isu-isu seputar Kediri.
“Kalau membaca sudah menjadi kebiasaan, saya berharap mahasiswa kemudian punya sesuatu untuk ditulis. Karena dari membaca itu kita punya bahan untuk berpikir, lalu menulis, lalu punya landasan untuk bergerak di lapangan,” katanya.
Jalan Idris menuju dunia organisasi juga tidak jauh dari aktivitas kaderisasi Muhammadiyah. Ia pernah menjadi Ketua Umum IMM Komisariat Asy-Syifa USI. Saat mulai berkuliah pada 2023, komisariat tersebut sempat mengalami vakum dan Idris ikut terlibat dalam menghidupkannya kembali.
Kini ia menjabat sebagai Ketua Bidang Kader PC IMM Kediri Raya. Ia juga tercatat sebagai salah satu dari tiga ketua formatur DPD KNPI Kota Kediri sejak Juni 2026.
Di luar itu, Idris merupakan alumni angkatan pertama Sekolah Kepemimpinan Nasional (SKN) 2025 yang diselenggarakan LHKP PP Muhammadiyah pada November 2025.
Pengalaman dari SKN kemudian berlanjut dalam sebuah komunitas. Bersama 11 peserta lain dari Jawa Timur, Idris ikut mendirikan Politics and Public Policy Institute atau Litipol Institute.
Wadah itu dibuat untuk melanjutkan proses belajar yang mereka dapatkan selama mengikuti SKN LHKP PP Muhammadiyah dan membuka ruang bagi anak muda untuk mendiskusikan politik serta kebijakan publik.
Berbagai aktivitas tersebut kini bertemu dalam satu periode kepemimpinan di BEM USI. Idris membawa pengalaman sebagai kader Muhammadiyah, mahasiswa keperawatan, penulis, dan aktivis organisasi ke dalam ruang yang lebih luas di kampusnya.
Ia ingin mahasiswa tidak hanya menjadi penonton dalam kehidupan kampus. Ada ruang yang ingin ia buka melalui membaca, menulis, berdiskusi, dan berkarya di berbagai sektor pergerakan.
“Saya ingin dari membaca itu, mahasiswa mulai menulis. Karena kalau ingin menjadi pemikir besar, ya membaca dan menulis itu harus dimulai. Tapi bukan hanya menulis gagasan di atas kertas. Gagasan itu harus diaktualisasikan dalam gerakan mahasiswa yang menyentuh permasalahan masyarakat,” ujarnya.
*) Penulis: M Habib Muzaki











