Muhammadiyah Bangun Pabrik Obat di Kendal, Gandeng Ausilabs dan Ampro Singapore

Muhammadiyah bangun pabrik obat

MAKLUMAT — Muhammadiyah bangun pabrik obat bersama PT Ausilabs Pharma Indonesia dan Ampro Singapore di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, Rabu (7/10). Pembangunan pabrik obat yang diinisiasi PWM Jateng ini diarahkan untuk memperkuat industri farmasi nasional sekaligus membuka jalur hilirisasi hasil riset perguruan tinggi menuju industri manufaktur.

Kolaborasi tersebut juga mencakup alih teknologi, pemberdayaan tenaga kerja lokal, pemanfaatan sumber daya setempat, serta pengembangan produk dengan memperhatikan aspek sertifikasi halal.

Dorong Industri Farmasi Indonesia

Chairman PT Ausilabs Pharma Indonesia, Rupesh Singh, menyampaikan optimismenya terhadap perkembangan industri farmasi Indonesia.

Kolaborasi dengan Muhammadiyah menjadi bagian penting dalam pengembangan investasi tersebut, terutama karena Muhammadiyah memiliki kekuatan di sektor pendidikan dan kesehatan.

“Kami sangat percaya pada masa depan industri farmasi Indonesia. Kami juga bangga dapat berkolaborasi dengan Muhammadiyah yang memiliki kekuatan di sektor pendidikan dan kesehatan. Terlebih, adanya fokus pada sertifikasi halal sejalan dengan visi PT Ausilabs,” ujarnya.

Sementara itu, Komisaris PT Ausilabs Pharma Indonesia sekaligus Rektor UMP, Jebul Suroso, mengatakan pembangunan pabrik obat tersebut menjadi bagian dari upaya mewujudkan semangat Pimpinan Pusat Muhammadiyah dan PWM Jawa Tengah dalam mendorong hilirisasi industri serta kedaulatan ekonomi.

Baca Juga  Zuly Qodir: Netralitas Politik Muhammadiyah Bukan Berarti Pasif atau Apatis

“Keberadaan pabrik obat ini secara langsung menjembatani kapasitas riset perguruan tinggi dengan kebutuhan industri manufaktur,” ungkapnya.

Jebul menambahkan, bagi UMP, integrasi antara Fakultas Kedokteran, Fakultas Ilmu Kesehatan, Fakultas Farmasi, serta unit amal usaha rumah sakit kini memiliki wadah hilirisasi riset yang konkret dan terukur.

Keberadaan pabrik tersebut diharapkan mendukung pemenuhan kebutuhan rantai pasok layanan kesehatan secara berkelanjutan sekaligus memperkuat keterhubungan antara pendidikan tinggi, riset, dan industri.

Muhammadiyah Dorong Kedaulatan Industri Obat

Ketua PWM Jawa Tengah, Tafsir, menegaskan bahwa pendirian pabrik obat merupakan wujud nyata dakwah Muhammadiyah di bidang kesehatan dan ekonomi strategis.

“Muhammadiyah selama ini telah mengelola ratusan rumah sakit dan klinik. Namun, kekuatan pelayanan kesehatan tersebut harus diimbangi dengan kedaulatan industri obat dan rantai pasoknya,” tuturnya.

Menurut Tafsir, groundbreaking tersebut menunjukkan komitmen Muhammadiyah untuk terus membuka ruang kolaborasi produktif dengan sektor publik maupun swasta.

Kolaborasi itu diharapkan memberikan dampak berganda bagi perekonomian umat sekaligus memperkuat ketahanan kesehatan nasional.

Ampro Targetkan Industri Berstandar Global

Chairman Ampro Singapore, Mohd Ismail Shariff, menegaskan komitmen jangka panjang investornya untuk membangun infrastruktur industri obat berstandar global di Indonesia.

Baca Juga  Syawalan Muhammadiyah: Karyawan PP Diminta Naik Kelas

“Visi kami adalah from investment to impact. Melalui kapabilitas manufaktur terkini dan komitmen jangka panjang, Ampro bersama PT Ausilabs Pharma Indonesia siap berkontribusi aktif memperkuat ekosistem farmasi Indonesia, membuka ribuan peluang kerja, serta menghadirkan transfer keahlian teknologi di tingkat regional,” tegas Ismail.

Dari sisi pemerintah daerah, Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari menyampaikan apresiasi atas kepercayaan investor yang memilih Kabupaten Kendal sebagai lokasi pembangunan pabrik PT Ausilabs Pharma Indonesia.

Ia berharap investasi tersebut memberikan dampak positif bagi masyarakat dan perekonomian Kabupaten Kendal, termasuk melalui penciptaan lapangan kerja, penguatan industri daerah, serta peningkatan aktivitas ekonomi di wilayah tersebut.***