Kemnaker Berikan Puluhan Paket Pelatihan Vokasi bagi Masyarakat Terdampak Gempa NTT

Program Pelatihan Vokasi yang digelar Kemnaker RI bagi masyarakat terdampak gempa NTT. (Foto: Kemnaker)

MAKLUMAT — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) memberikan dukungan kepada masyarakat terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui program pelatihan vokasi. Program tersebut ditujukan untuk meningkatkan kompetensi dan keterampilan masyarakat sebagai bekal kembali bekerja maupun mengembangkan usaha secara mandiri.

Staf Khusus Menteri Ketenagakerjaan Sukro Muhab mengatakan, dukungan melalui pelatihan vokasi menjangkau masyarakat di berbagai wilayah Provinsi NTT.

“Kemnaker hadir untuk membantu masyarakat terdampak bencana melalui peningkatan kompetensi dan keterampilan. Dengan keterampilan yang sesuai kebutuhan, masyarakat diharapkan memiliki bekal untuk kembali bekerja atau mengembangkan usaha secara mandiri,” kata Sukro dalam siaran pers, Kamis (8/10/2026).

Sukro menjelaskan, dukungan tersebut diwujudkan melalui Program Pelatihan Vokasi Nasional (PVN) sebanyak 40 paket yang tersebar di seluruh UPTD binaan di kabupaten-kabupaten wilayah Provinsi NTT.

Selain PVN, Kemnaker juga menyalurkan Tailor Made Training (TMT), yakni pelatihan yang dirancang berdasarkan kebutuhan masyarakat dan potensi daerah. Hingga saat ini, sebanyak 38 paket TMT telah disalurkan ke seluruh wilayah Provinsi NTT.

Dengan demikian, kedua program tersebut mencakup total 78 paket pelatihan vokasi bagi masyarakat di wilayah terdampak.

Menurut Sukro, pendekatan TMT memungkinkan materi pelatihan disesuaikan dengan kondisi masyarakat setempat. Dengan begitu, keterampilan yang diperoleh peserta diharapkan dapat diterapkan setelah pelatihan selesai.

Baca Juga  Kemnaker Usulkan Penguatan Pedoman Kesempatan Kerja Inklusif di ASEAN

“Pelatihan tidak hanya berhenti pada peningkatan keterampilan. Yang penting, keterampilan tersebut relevan dengan kebutuhan masyarakat dan potensi daerah sehingga bisa dimanfaatkan untuk bekerja ataupun mengembangkan usaha secara mandiri,” tandas Sukro.

Melalui program pelatihan tersebut, Kemnaker berharap masyarakat terdampak gempa di NTT dapat meningkatkan keterampilan, kembali produktif, serta memperkuat kemandirian ekonomi setelah bencana.***