MAKLUMAT — Mantan Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur, KH Marzuqi Mustamar, batal menunaikan ibadah umrah setelah mendapat pemberitahuan bahwa dirinya tidak diizinkan masuk Arab Saudi. Larangan itu disampaikan ketika ia hendak naik pesawat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Sabtu (10/10/2026).
Pengasuh Pondok Pesantren Sabilurrosyad Gasek, Malang, Jawa Timur, itu mengaku telah bersiap berangkat ke Tanah Suci. Namun, ia tiba-tiba dipanggil dan diberi tahu bahwa dirinya tidak boleh masuk Arab Saudi.
“Saya tidak jadi umrah. Sudah naik pesawat, tahu-tahu dipanggil, enggak boleh masuk Saudi,” kata Marzuqi dalam video yang diunggah melalui akun media sosial @ngaosabah.
Marzuqi mengatakan pihak yang menyampaikan larangan tersebut adalah otoritas Arab Saudi. Ia juga menyebut Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Riyadh telah beberapa kali melakukan lobi kepada otoritas keamanan Saudi.
Menurut Marzuqi, upaya tersebut belum membuahkan hasil. Ia mengaku baru menerima pesan WhatsApp yang menyatakan dirinya belum diizinkan masuk ke negara tersebut.
KH Marzuqi Mustamar Belum Mengetahui Alasan Larangan
Marzuqi mengaku belum mengetahui secara pasti alasan dirinya tidak diizinkan masuk Arab Saudi. Ia menyebut faktor keamanan sebagai salah satu kemungkinan.
Ia juga menduga ada kemungkinan pihak tertentu menyampaikan keberatan kepada otoritas Saudi agar dirinya tidak diizinkan masuk. Namun, dugaan tersebut disampaikan tanpa bukti yang dapat memastikan penyebab larangan tersebut.
“Ada kemungkinan faktor keamanan, ada kemungkinan, mungkin wallahu a’lam, orang tidak suka saya, memberi masukan, memberi request ke Arab Saudi bahwa fulan-fulan tidak boleh masuk,” ujarnya.
Hingga informasi ini disusun, alasan resmi dari otoritas Arab Saudi mengenai larangan tersebut belum diketahui. Karena itu, dugaan mengenai faktor keamanan maupun kemungkinan adanya permintaan dari pihak tertentu belum dapat dipastikan sebagai penyebab kejadian.
Tetap Yakin Bisa Mendapatkan Syafaat Nabi
Meski batal berangkat umrah, Marzuqi menyatakan menerima keadaan tersebut. Ia mengatakan kesempatan mendapatkan syafaat Nabi Muhammad SAW tidak hanya bergantung pada keberadaan seseorang di Tanah Suci.
Menurut dia, kegiatan mengaji dan mengajar santri juga merupakan aktivitas yang memiliki nilai ibadah.
“Untuk mendapatkan syafaat Nabi bisa di mana-mana. Termasuk ngulang (mengajar mengaji) sampean juga tidak kalah besar pahalanya,” kata Marzuqi.
Ia juga menyinggung kekuasaan yang tidak berlangsung selamanya. Pernyataan itu disampaikan ketika membahas kemungkinan adanya pihak yang tidak menyukainya.
“Kalau kebetulan orang-orang ini berkuasa, juga bisa hilang,” ujarnya.
Profil KH Marzuqi Mustamar
Dr. KH. Marzuqi Mustamar, M.Ag., merupakan ulama asal Blitar, Jawa Timur, yang dikenal sebagai pengasuh Pondok Pesantren Sabilurrosyad Gasek di Malang.
Ia pernah menjabat Ketua PWNU Jawa Timur periode 2018–2023. Marzuqi juga dikenal melalui kegiatan pengajian dan dakwah yang disebarluaskan melalui berbagai kanal media sosial.
Peristiwa batalnya keberangkatan umrah ini menjadi perhatian setelah keterangannya beredar di media sosial. Namun, penyebab resmi larangan masuk Arab Saudi masih memerlukan penjelasan dari otoritas terkait.***














