DPD IMM Jawa Timur Komitmen Dorong Polda Jatim dalam Pemberantasan Narkoba

Ketua Umum DPD IMM Jawa Timur, Devi Kurniawan. (Foto: Dok. Pribadi)

MAKLUMAT — Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPD IMM) Jawa Timur menyatakan kesiapan untuk mendukung upaya Polda Jawa Timur dalam memberantas peredaran narkoba. IMM juga mendorong Kapolda Jatim yang baru, Irjen Pol. Dekananto Eko Purwono, untuk memaksimalkan upaya pemberantasan narkotika di wilayah Jawa Timur.

Ketua DPD IMM Jawa Timur, Devi Kurniawan, menyatakan kesiapan pihaknya untuk turut terlibat dan berpartisipasi dalam upaya pencegahan peredaran narkotika. Menurutnya, persoalan narkoba membutuhkan perhatian bersama karena dampaknya terhadap generasi muda dan masyarakat.

“Yang jelas, kami siap dilibatkan untuk pemberantasan narkotika di Jawa Timur, sebab kasus penyebaran Narkoba di Jawa Timur ini sangat meresahkan,” ujarnya kepada Maklumat.id, Jumat (16/10/2026).

Devi menilai, maraknya peredaran narkoba di Jawa Timur menjadi persoalan serius yang perlu ditangani secara bersama-sama. Ia menegaskan bahwa berbagai bentuk penyebaran narkotika harus diberantas melalui langkah yang terarah dan berkelanjutan.

Ia juga mengapresiasi langkah Polda Jatim dalam upaya pemberantasan narkoba. Menurutnya, penanganan persoalan tersebut mendesak dilakukan melalui penindakan terhadap pelaku sekaligus penguatan langkah pencegahan.

Bagi IMM, lanjutnya, keterlibatan dalam upaya pencegahan narkoba merupakan bagian dari tanggung jawab moral dan sosial mahasiswa. Ia menegaskan, peran mahasiswa tidak terbatas pada aktivitas di lingkungan kampus semata, tetapi juga mencakup kontribusi dalam menjawab persoalan dan memberikan solusi bagi masyarakat.

Baca Juga  IMM Kritik Waketum MUI dan Pemkot Sukabumi Imbas Polemik Idulfitri

Sejumlah pengungkapan kasus narkoba di Jawa Timur turut menjadi perhatian. Pada pertengahan Juli lalu, aparat mengungkap peredaran sabu seberat 5,4 kilogram di Kabupaten Bangkalan. Selain itu, pada awal Juli, terdapat pengungkapan kasus ganja seberat 3,37 ton yang disebut berasal dari Thailand dan masuk ke Jawa Timur melalui Kabupaten Gresik.

Devi menyebut, berbagai kasus tersebut menjadi alasan penting untuk terus mendorong Polda Jatim dalam mengoptimalkan pemberantasan narkotika. Meski begitu, ia menilai bahwa upaya tersebut tidak cukup hanya mengandalkan penindakan hukum, tetapi juga perlu disertai pendidikan dan keterlibatan masyarakat dalam pencegahan.

Sebelumnya, Kapolda Jawa Timur Irjen Pol. Dekananto Eko Purwono telah menegaskan komitmen dan kesiapannya untuk memerangi narkoba dan obat-obatan terlarang. Pernyataan itu disampaikan seusai prosesi penyambutan dirinya sebagai Kapolda Jatim di Lapangan Mapolda Jatim, Ahad (11/10/2026) lalu.

Pemberantasan kejahatan narkotika disebut menjadi salah satu prioritas dalam menjalankan tugas menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Jawa Timur.

Komitmen tersebut juga disebut sejalan dengan arahan Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto yang disampaikan kepada sejumlah pejabat tinggi Polri dalam prosesi serah terima jabatan di Mabes Polri.

Baca Juga  IMM Gelar Youth Diplomacy Forum, Wamenlu Anis Matta: Kader Harus Jadi Katalis Perubahan Global

DPD IMM Jawa Timur berharap, komitmen pemberantasan narkoba dapat diwujudkan melalui kerja sama antara kepolisian, mahasiswa, lembaga pendidikan, dan masyarakat.

Kolaborasi tersebut diharapkan memperkuat upaya pencegahan sekaligus menekan peredaran narkotika di provinsi paling timur Pulau Jawa itu.***

*) Penulis: Humanika