MAKLUMAT — Prof Dr Abdul Aziz Alimul Hidayat SKep Ns MKes kembali dipercaya memimpin Universitas Muhammadiyah Lamongan (UMLA) untuk periode 2026-2030. Pada periode keduanya, UMLA menyiapkan sejumlah agenda strategis untuk meningkatkan kualitas akademik, memperkuat riset dan inovasi, serta memperluas jejaring internasional.
Pelantikan berlangsung pada Sabtu (17/10/2026) di Hall Lantai 10 Gedung Universitas Muhammadiyah Lamongan. Prosesi pelantikan dilakukan oleh Prof Dr H Tobroni MSi mewakili Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian, dan Pengembangan (Diktilitbang) PP Muhammadiyah.
Sejumlah tokoh turut menghadiri pelantikan tersebut, di antaranya Bendahara Umum PP Muhammadiyah Prof Hilman Latief, Ketua PWM Jawa Timur Prof Dr dr Sukadiono MM, Sekretaris PWM Jawa Timur Prof Dr Biyanto MAg, serta jajaran Wakil Ketua PWM Jawa Timur Ir Tamhid Masyudi, Dr Hidayatulloh MSi, dan Dr M Sholihin Fanani MPSDM. Hadir pula Bupati Lamongan Yuhronur Efendi beserta wakilnya.
Dalam sambutannya, Prof A Aziz Alimul Hidayat memaparkan sejumlah capaian UMLA selama periode kepemimpinannya sebelumnya. Capaian tersebut meliputi pengembangan sumber daya manusia, pertumbuhan jumlah mahasiswa dan alumni, peningkatan infrastruktur pembelajaran, penambahan aset universitas, serta penguatan tata kelola kelembagaan.
Capaian tersebut, kata dia, menjadi pijakan bagi UMLA untuk melanjutkan pengembangan institusi di tengah persaingan pendidikan tinggi yang semakin kompetitif. Untuk itu, penguatan sumber daya manusia, inovasi, dan kolaborasi menjadi bagian dari agenda kepemimpinan periode 2026-2030.
Menekankan Regenerasi Kepemimpinan
Dalam kesempatan itu, Aziz juga menyoroti pentingnya regenerasi kepemimpinan dalam menjaga keberlanjutan organisasi. Menurutnya, keberhasilan seorang pemimpin tidak hanya ditentukan oleh capaian selama masa jabatan, tetapi juga oleh kemampuannya menyiapkan generasi penerus.
“Saya tidak ingin menjadi pemimpin yang sulit digantikan. Saya ingin menjadi pemimpin yang berhasil melahirkan pemimpin-pemimpin hebat, yang lebih visioner dan lebih berkemajuan,” ujarnya.
“Karena masa depan UMLA bukan semata-mata terletak pada siapa yang memimpin hari ini, melainkan pada siapa yang kita siapkan untuk menjadi pemimpin esok hari,” sambung Aziz.
Pesan tersebut menempatkan kaderisasi dan pengembangan talenta sebagai bagian penting dari keberlanjutan institusi. Regenerasi, lanjutnya, tidak hanya berkaitan dengan pergantian jabatan, tetapi juga dengan kesiapan generasi berikutnya untuk melanjutkan dan mengembangkan capaian universitas.
Penguatan SDM dan Jejaring Alumni
Pengembangan sumber daya manusia menjadi salah satu prioritas UMLA selama periode 2026-2030. Langkah yang disiapkan mencakup peningkatan kompetensi dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa, termasuk peningkatan kualifikasi akademik dosen melalui program doktoral.
UMLA juga merencanakan perluasan kerja sama dengan perguruan tinggi, lembaga penelitian, dunia usaha, dan industri di tingkat nasional maupun internasional.
Penguatan jejaring alumni, baik di dalam maupun luar negeri, turut menjadi perhatian. Jejaring tersebut diharapkan dapat mendukung pengembangan karier lulusan, membuka peluang kemitraan, memperluas kolaborasi global, serta meningkatkan reputasi universitas.
Melalui pengembangan tersebut, ia menegaskan komitmen UMLA dalam upaya membangun lingkungan akademik yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga penguatan karakter kepemimpinan dan kontribusi kepada masyarakat.
Targetkan Global & Smart University pada 2030
Lebih lanjut, Aziz menjelaskan bahwa pada periode kepemimpinan baru, UMLA menetapkan visi menjadi Global & Smart University yang unggul, berkelanjutan, dan berkontribusi pada Indonesia Emas 2045 berdasarkan nilai-nilai Kemuhammadiyahan.
Visi tersebut dirancang untuk menjawab berbagai tantangan pendidikan tinggi, mulai dari perubahan teknologi, kebutuhan kompetensi masa depan, hingga tuntutan peningkatan kualitas dan kerja sama internasional.
Arah pengembangan UMLA bertumpu pada tiga aspek utama, yakni keunggulan dan daya saing global, pengembangan Smart University, serta penguatan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK).
Melalui transformasi From Good University to Global & Smart University, UMLA berupaya meningkatkan mutu akademik, mengintegrasikan teknologi digital dalam pengelolaan kampus, memperluas jejaring internasional, dan memperkuat karakter sivitas akademika.
Enam Pilar Program Prioritas UMLA 2026-2030
Aziz mengungkapkan, untuk mendukung pencapaian visi tersebut, UMLA menetapkan enam pilar program prioritas.
Pertama, penguatan sumber daya manusia unggul, melalui peningkatan kompetensi dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa, pengembangan studi doktoral, manajemen talenta, serta penguatan kepemimpinan dan jejaring alumni.
Kedua, akademik dan kurikulum global, dengan penguatan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE), internasionalisasi program studi, kolaborasi akademik global, serta pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dan implementasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).
Ketiga, riset, inovasi, dan hilirisasi, melalui pengembangan ekosistem penelitian, peningkatan publikasi ilmiah, pemanfaatan hasil penelitian, serta kolaborasi dengan dunia usaha dan industri.
Keempat, digitalisasi dan Smart Campus, dengan mengintegrasikan sistem informasi, memanfaatkan AI dan big data, mendigitalisasi layanan akademik maupun nonakademik, serta mengembangkan infrastruktur digital kampus.
Kelima, keberlanjutan kampus atau sustainability, melalui pengembangan green campus, efisiensi energi, pengelolaan lingkungan, penyediaan lingkungan kampus yang inklusif dan aman, serta tata kelola transparan yang mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).
Keenam, penguatan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan, dengan mengintegrasikan nilai-nilai AIK dalam pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan tata kelola universitas untuk membentuk sivitas akademika yang berakhlak mulia dan berkemajuan.
Memperkuat Sinergi dan Kolaborasi
Pelantikan kembali Abdul Aziz Alimul Hidayat sebagai Rektor UMLA periode 2026-2030 diharapkan menjadi momentum untuk melanjutkan pengembangan institusi sekaligus menjalankan agenda strategis yang telah direncanakan.
Pelaksanaan agenda tersebut membutuhkan keterlibatan sivitas akademika, dukungan Persyarikatan Muhammadiyah, serta kolaborasi dengan pemerintah, dunia usaha, industri, alumni, dan mitra internasional.
Melalui enam pilar program prioritas dan visi Global & Smart University 2030, UMLA menargetkan peningkatan mutu pendidikan, pengembangan riset dan inovasi, perluasan jejaring global, serta penguatan tata kelola yang berkelanjutan.
Pelantikan Aziz diharapkan dapat menjadi arah pengembangan UMLA dalam memperkuat perannya sebagai perguruan tinggi Muhammadiyah yang berlandaskan nilai-nilai Kemuhammadiyahan dan berkontribusi bagi masyarakat, bangsa, dan negara.***
*) Penulis: Rohmat













