MAKLUMAT — Eco Bhinneka Muhammadiyah bersama Pemuda Inisiatif Desa Sabatang, masyarakat setempat, serta para guru SMP dan SMA menggelar aksi penanaman pohon di Desa Sabatang, Kecamatan Bacan Timur, Kabupaten Halmahera Selatan, Ahad (18/10/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari program Strengthening Youth Multifaith Leader Initiative on Climate Justice through Ecofeminism (SMILE) yang mendorong keterlibatan anak muda dalam isu lingkungan dan keadilan iklim.
Koordinator Program SMILE di Halmahera Selatan, Fadila Syahril, mengatakan kegiatan tersebut merupakan salah satu bentuk pelaksanaan program SMILE di tingkat masyarakat. Program ini mendorong keterlibatan pemuda dalam persoalan lingkungan, termasuk melalui aksi penghijauan di sekitar tempat tinggal mereka.
“Ini merupakan bentuk komitmen kami dalam menjalankan program SMILE. Selain mendorong kebijakan yang berkaitan dengan lingkungan, kami juga menegaskan bahwa untuk mewujudkan lingkungan yang asri, anak muda harus mengambil andil dalam penghijauan lingkungan sekitar,” ujar Fadila dalam keterangan tertulis yang diterima Maklumat.id.
Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIT itu menyasar sejumlah titik di Desa Sabatang. Penanaman berlangsung di lingkungan sekolah dasar, SMP, SMA, masjid, serta lapangan desa. Para peserta menanam pohon Tabebuya dan Ketapang Kencana yang diharapkan dapat menambah ruang hijau di lingkungan pendidikan, tempat ibadah, dan ruang publik desa.
Fadila menilai, upaya menjaga lingkungan memerlukan keterlibatan masyarakat secara langsung. Menurutnya, kebijakan dan pembahasan mengenai persoalan lingkungan perlu berjalan bersama tindakan nyata agar kepedulian terhadap lingkungan dapat tumbuh di tengah masyarakat.
Ia juga menempatkan pemuda sebagai salah satu kelompok yang memiliki peran strategis dalam mendorong perubahan. Karena itu, program SMILE membuka ruang bagi anak muda untuk mengambil bagian dalam kegiatan lingkungan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari mereka.
Tanggung Jawab Merawat Pohon
Penanaman pohon di Desa Sabatang tidak berhenti setelah kegiatan selesai. Bibit yang diberikan dan ditanam dalam kegiatan tersebut selanjutnya akan diasuh dan dirawat oleh Pemuda Inisiatif Desa Sabatang. Organisasi kepemudaan ini mengambil peran untuk memastikan pohon-pohon tersebut dapat tumbuh dan berkembang dengan baik.
Perawatan menjadi bagian penting dari kegiatan penghijauan tersebut. Pohon yang ditanam di sejumlah titik desa diharapkan dapat memberikan manfaat dalam jangka panjang, sehingga hasil kegiatan tidak hanya terlihat pada hari penanaman.
Pemeliharaan itu juga diharapkan menumbuhkan tanggung jawab bersama dalam menjaga lingkungan. Melalui keterlibatan langsung dalam perawatan pohon, generasi muda dapat mengambil bagian dalam menjaga keberlanjutan penghijauan di desa mereka.
Founder Pemuda Inisiatif Desa Sabatang, Asbar Buhari, mengapresiasi kolaborasi yang terjalin dengan Eco Bhinneka Muhammadiyah. Ia berharap kegiatan tersebut menjadi awal dari kerja sama yang dapat memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat Desa Sabatang.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini. Harapannya, dari penanaman pohon ini dapat menghadirkan lingkungan kami yang hijau dan asri,” kata Asbar.
Menurut Asbar, kerja sama tersebut memberi kesempatan bagi Pemuda Inisiatif untuk melakukan kegiatan lingkungan bersama Eco Bhinneka Muhammadiyah. Ia berharap kolaborasi itu berlanjut melalui kegiatan-kegiatan lain yang manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat desa, bukan hanya oleh kelompok pemuda yang terlibat.
“Pemuda Inisiatif mengucapkan banyak terima kasih kepada Eco Bhinneka yang sudah mau berkolaborasi untuk sama-sama menghijaukan bumi di Desa Sabatang. Kolaborasi ini juga tidak hanya soal penanaman pohon, melainkan ada kegiatan-kegiatan berikutnya yang manfaatnya bukan hanya kami, melainkan semua masyarakat Desa Sabatang,” tuturnya.
Asbar menjelaskan bahwa Pemuda Inisiatif hadir di tengah masyarakat dengan semangat kepedulian dan pengabdian. Ia berharap keterlibatan organisasi tersebut dapat terus berlanjut dalam kegiatan yang menyentuh kebutuhan masyarakat, termasuk upaya menjaga lingkungan desa.
“Kami hadir bukan soal kepentingan, tetapi kami hadir karena kepedulian,” ujarnya.
*) Penulis: M Habib Muzaki












