MAKLUMAT — Anggota DPD RI Lia Istifhama, yang akrab disapa Ning Lia, menekankan pentingnya menjadikan politik sebagai sarana untuk menyelesaikan persoalan masyarakat. Menurutnya, keterlibatan dalam politik perlu diarahkan pada upaya memberikan manfaat dan mencari solusi atas berbagai persoalan negara.
Hal itu ia sampaikan saat menjadi narasumber Akademi Politik Daerah (AKPOLDA) yang diselenggarakan DPD IMM Jawa Timur di Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMSURA), Ahad (18/10/2026).
“Sejatinya politik itu adalah alat untuk memberikan manfaat lebih banyak, solusi konkret, bahkan juga ikut terlibat aktif dalam menjawab persoalan negara,” tegasnya.
Ning Lia juga menyoroti sikap generasi muda ketika menghadapi pemimpin Muslim yang melakukan kesalahan. Ia berpandangan bahwa sesama Muslim perlu saling mengingatkan demi menjaga persatuan umat. Sikap tersebut perlu disertai kesadaran untuk menilai tindakan pemimpin secara kritis.
“Sebagai sesama Muslim dan pemuda, jika ada pemimpin Muslim yang berbuat kesalahan, maka kita juga harus mengingatkan,” ujarnya.
Untuk menerapkan sikap tersebut, Ning Lia menjelaskan tiga kesadaran politik yang perlu dimiliki generasi muda. Pertama, kesadaran kritis sebagai bekal dalam berpikir. Kedua, partisipasi aktif sebagai bentuk keterlibatan nyata dalam kehidupan politik. Ketiga, orientasi pada kemaslahatan sebagai prinsip dalam bertindak.
Ia menegaskan bahwa ketiga hal tersebut perlu diarahkan pada kepentingan masyarakat luas. Menurutnya, keterlibatan politik seharusnya tidak berhenti pada kepentingan perseorangan.
Ning Lia kemudian membahas sifat pragmatis dalam politik. Ia menilai bahwa pragmatisme politik perlu diukur dari manfaat yang dihasilkan bagi masyarakat, bukan dari transaksi kekuasaan atau besarnya uang yang dikeluarkan untuk memperoleh jabatan.
“Memang politik itu pragmatis, akan tetapi pragmatis yang dinilai tidak berdasarkan pada transaksi kekuasaan yang akan dijalankan, bahkan modal berapa uang yang harus dikeluarkan untuk mendapatkan kekuasaan itu, melainkan harus berdasarkan pada dampak kemaslahatan yang diberikan,” jelasnya.
Ia berharap keterlibatan dalam politik dapat melahirkan gagasan yang menjawab kebutuhan masyarakat. Kebijakan yang dihasilkan juga perlu memberikan manfaat nyata bagi publik.
“Malah kalau bisa menghasilkan gagasan-gagasan dan kebijakan-kebijakan yang berpihak kepada masyarakat,” tambahnya.
*) Penulis: Humanika Dian Nusantara












