MAKLUMAT – Khotbah terakhir Pastor Patricio Alfredo Sánchez Molinari sebelum tewas akibat tertimpa salib kayu besar di Guayaquil, Ekuador, Sabtu (17/10/2026) malam waktu setempat, bikin jemaatnya terhenyak. Saat memimpin misa sebelum kejadian, Pastor Patricio menyampaikan khotbah tentang kefanaan hidup dan mengingatkan umat agar tidak menyia-nyiakan waktu.
Peristiwa itu terjadi saat misa di Gereja Santa Perawan Maria Penolong Abadi (Nuestra Señora del Perpetuo Socorro), Guayaquil bagian selatan. Misa yang dipimpin Pastor Patricio tersebut disiarkan secara langsung sehingga detik-detik jatuhnya salib terekam kamera.
Dalam khotbahnya, pastor dari Kongregasi Sang Penebus Maha Kudus (Redemptoris) itu mengajak umat merenungkan sabda Yesus tentang kehidupan manusia yang fana. Ia mengingatkan jemaat agar tidak menghabiskan waktu untuk hal-hal yang kurang bermakna, termasuk terlalu lama menatap layar ponsel.
“Suatu hari nanti, kita semua yang berada di sini juga akan meninggal. Terkadang, waktu yang kita habiskan untuk berbagai hal tidak memiliki makna sebesar waktu yang kita gunakan bersama Tuhan,” ujar Pastor Patricio dikutip dari New York Post, Selasa (20/10).
Ia kemudian menekankan pentingnya meluangkan waktu berkualitas bersama Tuhan dan orang-orang terdekat.
“Waktu berkualitas yang kita berikan kepada Tuhan, saudara-saudari kita, suami, istri, anak-anak, dan keluarga adalah waktu yang paling berharga,” katanya.
“Un día, todos nosotros aquí también moriremos, y a veces el tiempo que hemos pasado en cosas no tiene tanto significado como el tiempo que pasamos con Dios,”
Acojonante … https://t.co/0ibabOBvc2
— Roberto Chamorro (@robchamo) October 19, 2026
Kronologi Pastor Patricio Tertimpa Salib
Setelah menyampaikan pesan tentang kefanaan hidup, Pastor Patricio hendak melanjutkan doa dan memohon berkat bagi jemaatnya. Namun, salib kayu berukuran besar yang terpasang pada dinding belakang altar tiba-tiba terlepas ke depan sehingga jatuh menimpanya.
Pastor Patricio yang sedang menghadap jemaat tidak sempat menghindar. Salib tersebut menghantam kepala hingga tubuhnya tersungkur.
Jemaat yang menyaksikan kejadian itu langsung panik dan bergegas menuju altar untuk memberikan pertolongan. Mereka juga berupaya meminta bantuan medis sebelum siaran langsung dihentikan.
Pastor Patricio kemudian dinyatakan meninggal dunia akibat luka-luka yang dideritanya. Keuskupan Agung Guayaquil mengonfirmasi kabar duka tersebut.Hingga informasi ini disusun, penyebab pasti terlepasnya salib besar itu belum diketahui secara jelas.
Pesan Terakhir tentang Waktu dan Kehidupan
Kematian Pastor Patricio menyita perhatian publik karena terjadi tidak lama setelah ia menyampaikan refleksi tentang kematian. Pesannya mengingatkan jemaat bahwa kehidupan manusia terbatas dan waktu yang dimiliki sebaiknya digunakan untuk hal-hal yang bermakna.
Ia menempatkan hubungan dengan Tuhan, keluarga, dan sesama sebagai bagian penting dari kehidupan. Pesan tersebut kemudian menjadi sorotan setelah insiden yang merenggut nyawanya terekam dalam siaran langsung misa.
Peristiwa ini sekaligus meninggalkan duka bagi umat yang hadir dan mereka yang menyaksikan rekaman kejadian tersebut.***














